
Menkeu Harap Digitalisasi Buat Tata Kelola Lelang Menjadi Transparan

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani berharap digitalisasi bisa membuat tata kelola lelang menjadi transparan akuntabel, sehingga bisa dipercaya oleh seluruh ekosistem dan pemangku kepentingan yang ada.
"Dalam era digital, kita tahu bahwa teknologi digital itu mempengaruhi juga praktik lelang," ujar Sri Mulyani dalam acara Anugerah Reksa Bandha di Jakarta, Rabu, 22 November 2023.
Maka dari itu portal lelang Indonesia saat ini sedang memasuki fase rekayasa ulang (reengineering) melalui penemuan kembali (reinventing), yakni laman resmi lelang.go.id.
Menkeu menuturkan, hal tersebut merupakan upaya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk terus meningkatkan pelayanan dan kualitas, terutama dari sisi pelelangan.
Dilansir dari ANTARA, dengan transformasi lelang ke arah digitalisasi, perubahaan paling besar yang sangat mendukung terjadinya peserta dalam jangkauan lebih luas yaitu tidak wajibnya peserta lelang untuk hadir dalam pelaksanaan lelang yang diikuti.
Baca Juga: 219 Imigran Rohingya Direlokasi ke eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe
Ketidakhadirdan peserta pada saat pelaksanaan lelang tidak mengurangi haknya untuk melakukan penawaran lelang, melainkan memberikan peluang yang lebih fleksibel kepada peserta untuk melakukan penawaran dari lokasi manapun.
Siapapun dan dimanapun masyarakat berada, kini dapat menjadi peserta lelang dan bebas memilih lot barang yang sesuai dengan kebutuhan serta mengukur harga keekonomian untuk masing-masing lot barang.
Selain menjadi transparan dan akuntable, Sri Mulyani berharap digitalisasi lelang bisa mengintegrasikan manfaat dari dukungan teknologi informasi dalam pengembangan pemasaran maupun lelang digital.
Transformasi digital di bidang lelang saat ini sudah menjadi keniscayaan, sehingga koordinasi dan sinergi Kemenkeu dengan para pemangku kepentingan dapat dilakukan dengan baik dengan adanya transformasi tersebut.
"Semoga sinergi yang dilakukan seluruh kementerian/lembaga dalam mewujudkan lelang yang baik dapat terus dimudahkan," ucap dia.
Sejak Januari hingga Oktober 2023, Kemenkeu mencatat total nilai pokok transaksi lelang mencapai Rp33,1 triliun atau lebih melebihi target pemerintah tahun 2023 yakni di angka Rp33 triliun.
Dari transaksi tersebut, diperoleh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp682 miliar dari total target Rp758 miliar.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



