VOICE Indonesia
Ekonomi

Menko Airlangga Bahas Peluang Kerja Sama dengan Parlemen Thailand

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Menko Airlangga Bahas Peluang Kerja Sama dengan Parlemen Thailand
Menko Airlangga Bahas Peluang Kerja Sama dengan Parlemen Thailand

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima delegasi parlemen Thailand yang berkunjung melakukan studi banding terkait pengembangan kendaraan listrik, serta membahas peluang kerja sama Indonesia dan Thailand.

“Di ASEAN, jika Indonesia dan Thailand bekerja sama, saya pikir banyak hal yang bisa kita capai untuk ASEAN kita,” kata Airlangga Hartarto dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis.

Kepada delegasi Thailand tersebut, ia menuturkan bahwa terdapat peluang kerja sama Indonesia dan Thailand dalam rantai pengembangan kendaraan listrik, mengingat Indonesia memiliki berbagai mineral kritis yang diperlukan untuk mengembangkan produk tersebut, seperti nikel, tembaga, kobalt, dan aluminium.

📖 Baca Juga ↗Kunjungi Korea Selatan, BSKDN Kemendagri Perkuat Penerapan Smart Governance

Ia pun menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah meluncurkan Peta Jalan Making Indonesia 4.0. yang berfokus dalam pengelolaan dan pemanfaatan mineral kritis untuk industri manufaktur.

Tidak hanya di bidang manufaktur, Airlangga juga menyampaikan bahwa kedua negara memiliki peluang kolaborasi dalam mewujudkan swasembada energi di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia sebagai salah satu produsen crude palm oil (CPO) atau minyak sawit terbesar di dunia sedang mengembangkan komoditas tersebut menjadi biodiesel 35.

Sementara itu, Thailand sebagai salah satu produsen utama komoditas gula dapat mengembangkan sisa pengolahan industri gula menjadi etanol, yang juga dapat menjadi peluang kerja sama lain antara kedua negara.

“Kita perlu melakukan investasi yang meningkatkan swasembada energi di negara-negara ASEAN. Dan saya pikir itu penting untuk sektor ini,” ucap Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menuturkan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan digitalisasi di negara-negara ASEAN.

Di bawah kepemimpinan Indonesia pada Keketuaan ASEAN 2023, telah diluncurkan Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital (Digital Economy Framework Agreement/DEFA) yang diharapkan dapat memudahkan dalam bertransaksi antarnegara dan meningkatkan ekonomi ASEAN hingga 2 triliun dolar AS.

“Jadi, dengan semangat ASEAN, kita ingin lebih mengintegrasikan antarmanusia serta menjalin hubungan ekonomi antara negara-negara ASEAN,” kata Airlangga. (*)

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Kerja sama#Menko#Parlemen Thailand
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.