VOICE Indonesia
Ekonomi

Negara-Negara Asia Mulai Terapkan Penghematan Energi Akibat Agresi Amerika-Israel ke Iran

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Negara-Negara Asia Mulai Terapkan Penghematan Energi Akibat Agresi Amerika-Israel ke Iran
Negara-Negara Asia Mulai Terapkan Penghematan Energi Akibat Agresi Amerika-Israel ke Iran

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Gangguan pasokan minyak global akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah mulai memicu langkah penghematan energi di sejumlah negara Asia. Pemerintah di beberapa negara mengambil kebijakan pembatasan konsumsi energi untuk meredam dampak kenaikan biaya energi dan potensi krisis pasokan.

Thailand menjadi salah satu negara yang lebih dulu menerapkan langkah tersebut. Pelaksana tugas Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada Selasa (10/3) mengumumkan sejumlah kebijakan penghematan energi bagi aparatur pemerintah.

Menurut laporan Bangkok Post, kebijakan itu mencakup penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH), pembatasan perjalanan dinas ke luar negeri, hingga anjuran menggunakan tangga daripada lift di gedung perkantoran.

Pemerintah Thailand juga menetapkan pengaturan suhu pendingin ruangan pada kisaran 26–27 derajat Celsius serta mendorong pegawai mengenakan kemeja lengan pendek tanpa dasi untuk mengurangi penggunaan pendingin udara.

Selain itu, aparatur negara diminta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengurangi penggunaan mesin fotokopi, serta mengutamakan pertemuan daring guna menekan konsumsi energi.

Langkah serupa juga mulai diterapkan di negara Asia lainnya. Bangladesh dan Pakistan dilaporkan memperkenalkan kebijakan penghematan energi, termasuk penutupan sekolah serta pengaturan kerja jarak jauh untuk mengurangi tekanan biaya energi.

Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Pemerintah Iran menyatakan serangan itu menewaskan hampir 1.300 orang, termasuk mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ratusan siswi.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung fasilitas militer Amerika Serikat.

Situasi semakin memanas setelah Iran dikabarkan menutup Selat Hormuz sejak 1 Maret. Jalur pelayaran strategis tersebut menangani sekitar 20 juta barel minyak per hari dan sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair dunia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (9/3) memperingatkan bahwa setiap upaya Iran untuk mengganggu pengiriman energi global akan memicu respons yang “20 kali lebih keras” dibandingkan serangan AS sebelumnya.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#amerika#Iran#Thailand
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.