VOICE Indonesia
Ekonomi

Ombudsman RI Minta Pemerintah Rumuskan Strategi Impor Beras Ke Depan

Redaksi - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Ombudsman RI Minta Pemerintah Rumuskan Strategi Impor Beras Ke Depan
Ombudsman RI Minta Pemerintah Rumuskan Strategi Impor Beras Ke Depan

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Ombudsman RI meminta pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan impor beras dan mulai merumuskan strategi jangka panjang impor selama lima tahun.

Saat melakukan inspeksi di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Jumat, Yeka mengatakan berdasarkan historis, Indonesia selalu mengimpor beras, meskipun ada beberapa tahun di mana impor tidak dilakukan.

Ia menerangkan data menunjukkan Indonesia rata-rata mengimpor 1,5 juta ton beras per tahun, maka seharusnya bisa dilakukan strategi impor untuk lima tahun ke depan.

Baca Juga : Pemerintah Siapkan Formasi Fresh Graduate di IKN Lewat CASN 2024

"Sehingga tidak lagi lobi-lobi dadakan yang akhirnya menyebabkan harga beras jadi naik. Dengan demikian, Bulog punya stok lima tahun, tetapi ada juga yang dari luar negeri. Tinggal diatur kedatangannya agar tidak membanjiri pasar," kata dia.

Yeka juga mengusulkan agar pemerintah tidak menggunakan lagi jargon swasembada atau tidak mengimpor beras sama sekali.

Baca Juga : Zulkifli Hasan Sebut Oleh-oleh dari Luar Negeri Bebas Pungutan Bea Cukai

Menurutnya, jargon swasembada 100 persen perlu diturunkan menjadi 80 persen atau 90 persen. Ini perlu dilakukan untuk meredakan tensi politik beras. “Lebih baik bilang saja swasembada beras 80 persen sehingga sisanya bisa ambil impor. Karena faktanya kita impor," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia selalu melakukan impor beras pada 2014 hingga 2023. Pemerintah Indonesia memutuskan melakukan impor beras 844 ribu ton pada 2014, dan 861 ribu ton pada 2015.

Impor beras melonjak signifikan menjadi 2,25 juta ton pada 2018, dibandingkan 305 ribu ton pada 2017. Kemudian Indonesia juga mengimpor beras sebanyak 3,06 juta ton pada 2023. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, dan meningkat sekitar 600 persen dibandingkan 2022. (*)

Ringkasan AI

**Rangkuman:** Ombudsman RI meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan impor beras dan merumuskan strategi jangka panjang untuk lima tahun ke depan, mengingat Indonesia rata-rata mengimpor 1,5 juta ton beras per tahun. Dengan perencanaan strategis, Ombudsman berharap dapat menghindari lobi-lobi dadakan yang menyebabkan kenaikan harga beras dan mengatur kedatangan stok agar tidak membanjiri pasar. Ombudsman juga menyarankan pemerintah mengubah jargon "swasembada 100 persen" menjadi "swasembada 80-90 persen" untuk meredakan tensi politik sekaligus mengakui realitas bahwa Indonesia tetap memerlukan impor beras.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.