VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Purbaya memastikan pihaknya akan melibatkan para pemangku kepentingan terkait termasuk Kementerian Perindustrian dalam pemberian insentif ini. Langkah ini merupakan upaya aktif pemerintah untuk menggerakkan sektor swasta yang juga salah satu penggerak roda perekonomian nasional.
"Nanti kami juga akan bertemu dengan industri tekstil, sepatu, dan lain-lain, di mana mereka memerlukan dana lebih murah untuk peremajaan mesin-mesinnya," kata Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Bendahara Negara menilai ekonomi tidak hanya didorong oleh pemerintah saja tetapi sektor swasta juga harus hidup. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar seluruh mesin pertumbuhan ekonomi termasuk industri padat karya berjalan dengan baik.
Pemerintah berupaya memastikan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi nasional termasuk industri padat karya dan manufaktur berjalan dengan baik. Upaya ini dilakukan guna mengakselerasi target ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada tahun 2029 yang telah ditetapkan pemerintah.
"Jadi kita akan hidupkan betul-betul sektor swasta juga. Jadi, ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja, tapi swasta akan hidup juga," ujarnya.
Sebelumnya pada Selasa pagi, Menkeu Purbaya bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membahas upaya untuk meningkatkan ekspor produk manufaktur Indonesia. Data BPS menunjukkan sekitar 75-80 persen ekspor nasional berasal dari produk manufaktur.
Namun sebagian besar produksi sektor industri manufaktur Indonesia masih diserap pasar dalam negeri. Kondisi ini berbeda dibandingkan negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang memiliki orientasi ekspor manufaktur lebih besar.
"Semangat kita sekarang, kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan. Di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur juga kita dorong," pungkasnya.



























