VOICE Indonesia
Ekonomi

Stabilitas Hubungan China-AS Untungkan Negawa Asia-Pasifik dan Afrika

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat respons positif dari berbagai negara karena diyakini mampu mengurangi ketegangan perdagangan global
Xi Jinping dan Donald Trump menggelar pertemuan tingkat tinggi di Beijing(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Beijing – CEO Sinogie Consulting Group Australia Bruce McLaughlin mencatat bahwa stabilitas global akan semakin bergantung pada pengaturan perdagangan dan investasi yang terbuka, stabil, dan berbasis aturan. Hubungan China-AS tidak hanya memengaruhi perdagangan bilateral, melainkan juga kepercayaan pasar global serta stabilitas rantai industri dan pasokan di kawasan Asia-Pasifik.

"Hubungan China-AS yang stabil dapat membantu mengurangi biaya yang disebabkan oleh fragmentasi dan duplikasi rantai pasokan, serta meningkatkan investasi bisnis dan ekspektasi pasar," ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Pertemuan puncak tersebut dapat memberikan peluang berharga bagi negara-negara dan pelaku bisnis untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan meningkatkan jaringan rantai pasokan. Bagi negara-negara dan perusahaan termasuk yang berada di Australia, stabilitas hubungan kedua negara adikuasa ini sangat berdampak pada aktivitas ekonomi regional.

Jurnalis senior Pantai Gading Mohamadi Compaore menyatakan keyakinannya bahwa peningkatan kerja sama antara Beijing dan Washington dapat membantu menstabilkan ekonomi global, mengamankan rantai pasokan, dan mengurangi volatilitas di pasar komoditas internasional.

Hubungan China-AS yang terus berkembang juga dapat menciptakan peluang baru bagi Afrika di sektor-sektor seperti infrastruktur, energi, pertambangan, dan manufaktur. Meningkatnya persaingan ekonomi dan kerja sama antara dua kekuatan besar itu dapat mendorong investasi yang lebih besar di seluruh benua Afrika.

"Meningkatnya persaingan ekonomi dan kerja sama antara dua kekuatan besar itu dapat mendorong investasi yang lebih besar dan kemitraan strategis yang lebih kuat di seluruh benua Afrika," katanya.

Kolumnis harian The Philippine Star Wilson Lee Flores mengatakan, kawasan Asia-Pasifik mendapatkan manfaat ketika kekuatan-kekuatan besar bersaing secara ekonomi namun bekerja sama secara strategis untuk menjaga perdamaian. Bagi banyak negara berkembang termasuk Filipina, hubungan China-AS yang konstruktif akan mengurangi ketidakpastian dan mendorong investasi.

Direktur Departemen Komunikasi Dana Moneter Internasional Julie Kozack mengatakan sangat penting bahwa dua ekonomi terbesar di dunia terlibat di tingkat tertinggi. Apa pun yang membantu mengurangi ketegangan dan ketidakpastian perdagangan adalah hal yang baik bagi ekonomi global.

Trump mengakhiri kunjungan kenegaraannya ke China pada Jumat (15/5/2026), yang merupakan kunjungan kepresidenan AS pertama ke China dalam sembilan tahun terakhir sekaligus kunjungan kedua Trump sejak November 2017.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.