
Zulkifli Hasan Komitmen Lindungi Produk Lokal Khususnya Kosmetik dan Kecantikan

VOICEIndonesia.co, Jakarta –Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menegaskan, Kementerian Perdagangan terus berkomitmen melindungi pelaku usaha dalam negeri dari serbuan produk luar, termasuk sektor kosmetik dan kecantikan.
Menurut Zulkifli, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar produk-produk dari berbagai negara di dunia.
Oleh karenanya, pemerintah mendukung perkembangan usaha produk-produk dan jenama lokal.
“Sektor kecantikan ini permintaannya lebih tinggi dari suplai. Kalau kita tidak melindungi industri lokal kita, maka kita bisa diserbu dan Indonesia hanya menjadi pasar, terutama dari negara-negara yang produksinya luar biasa,” ujar Zulkifli saat pembukaan Jakarta X Beauty 2023 di Jakarta, Kamis, 14 Desember 2023.
Tren permintaan dunia untuk produk kosmetik pada 2018-2022 adalah sebesar 5,13 persen, sedangjan tren penawaran hanya 4,03 persen.
Indonesia menempati posisi ke-27 eksportir produk kosmetik dengan pangsa pasar 0,49 persen.
Baca Juga: Kominfo Minta TikTok Shop Tidak Jual Barang Impor
Menurut Zulkifli, produk-produk kosmetik dan kecantikan dari luar negeri perlu melengkapi sejumlah persyaratan seperti izin edar, hingga jaminan keamanan produk agar menjamin perlindungan konsumen di dalam negeri.
Lebih lanjut, para pelaku usaha Indonesia harus mengikuti perkembangan dengan memanfaatkan platform niaga elektronik.
Menurutnya, berusaha melalui platform elektronik merupakan suatu keniscayaan.
Untuk itu, Kemendag memastikan agar ekosistem perniagaan digital dapat mendorong pertumbuhan industri lokal.
“Trennya tidak hanya luring, tetapi juga penjualanan melalui daring. Kami atur ekosistemnya agar pelaku usaha di sektor kosmetik dan kecantikan dapat menguasai pasar lokal dan mengembangkan pasar untuk ekspor ke luar negeri,” ucapnya.
Dilansir dari ANTARA, nilai ekspor kosmetik Indonesia pada 2022 mencapai 826,71 juta dolar AS dengan negara tujuan ekspor yang masih didominasi negara ASEAN seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.
Sementara itu, produk utama ekspor kosmetik Indonesia antara lain minya asiri, kosmetik, parfum dan sampo.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



