
KPK Geledah Kemnaker, Aktivis Buruh Migran Sarankan Investigasi Juga Layanan PMI di KP2MI

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Ketua Umum Persatuan Buruh Migran Indonesia Anwar Ma'arif mendukung langkah Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) membongkar dugaan praktek pungutan liar (pungli) kepada warga negara asing (WNA) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) beberapa hari lalu.
Anwar Ma'arif atau kerap di sapa dengan panggilan Mas Bobi mengatakan korupsi sudah menjadi masalah serius yang merugikan masyarakat Indonesia secara umum.
Baca Juga : KPK Geledah Dua Lokasi Baru Terkait Korupsi RPTKA Kemnaker
"Kita sering menyalahkan buruh migran atau tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia, baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Dengan terbongkarnya suap ini, saya menduga adanya praktik suap turunannya sehingga TKA dengan ketrampilan rendah bisa masuk ke Indonesia yang sangat diprotes keras oleh serikat pekerja dan seluruh masyarakat Indonesia," tegas Anwar Maarif,(22/5/2025).
Baja Juga : KPK Tetapkan 8 Tersangka Suap RPTKA di Kemnaker
Anwar Maarif juga meminta KPK untuk melakukan investigasi pada tata kelola pelayanan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) yang saat ini berada dibawah kementerian pelindungan pekerja migran Indonesia (KP2MI).
"KPK juga perlu melakukan investigasi terkait dengan dugaan pungli layanan penempatan pekerja migran Indonesia, penerbitan surat ijin perusahaan penempatan PMI (SIP3MI), penerbitan job order dan surat ijin perekrutan penempatn PMI (SIP2MI), rekom ID pada saat pendaftaran, penerbitan paspor gratis tapi bayar untuk calon PMI di kantor Imigrasi yang selama ini diebabkan kepada P3MI dan ujungnya membebankan PMI," tambah Anwar Ma'arif.
Sebelumnya KPK tengah melakukan penyidikan terkait kasus pengurusan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Total delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga



Persoalan Geopolitik Makin Kompleks, Industri Maritim Nasional Wajib Diperkuat
7 Juli 2026 pukul 21.13

Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
