Internasional

PBB Kecewa, Konferensi Tinjauan NPT Gagal Capai Kesepakatan

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co23 Mei 2026 pukul 18.19 WIB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyampaikan pidato dalam sebuah agenda internasional.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres.(Foto: Voiceindonesia.co/PBB)
Iklan
Temukan lebih banyak
Panduan Kota & Daerah
Referensi Geografis
Peta

VOICEINDONESIA.CO, Hamilton – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres menyampaikan kekecewaannya setelah Konferensi Tinjauan ke-11 Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir berakhir tanpa kesepakatan di antara negara-negara peserta. Konferensi besar PBB mengenai pencegahan penyebaran senjata nuklir tersebut ditutup tanpa hasil substantif, Jumat (22/5/2026).

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan Guterres menyampaikan kekecewaannya atas ketidakmampuan konferensi untuk mencapai konsensus mengenai hasil substantif. Konferensi gagal memanfaatkan peluang penting untuk membuat dunia lebih aman.

Iklan
Temukan lebih banyak
Panduan Kota & Daerah
Peta
Referensi Geografis

Dujarric mengatakan Guterres menyambut keterlibatan yang tulus dan bermakna dari negara-negara pihak namun menyesalkan konferensi belum mencapai hasil yang diharapkan. Kegagalan ini terjadi di tengah tantangan mendesak yang mengancam keamanan internasional.

"Lingkungan internasional saat ini ditandai ketegangan mendalam dan meningkatnya risiko akibat senjata nuklir, menuntut tindakan segera," kata Dujarric dalam pernyataan.

Guterres menyerukan kepada negara-negara untuk memanfaatkan sepenuhnya seluruh jalur dialog, diplomasi, dan negosiasi yang tersedia guna mengurangi ketegangan. Upaya tersebut diperlukan untuk menurunkan risiko nuklir dan pada akhirnya menghapus ancaman nuklir.

Pernyataan PBB menegaskan kembali dunia yang bebas dari senjata nuklir tetap menjadi prioritas utama perlucutan senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa. NPT disebut sebagai landasan utama rezim global perlucutan dan non-proliferasi nuklir.

Guterres menyampaikan terima kasih kepada Do Hung Viet, presiden Konferensi Tinjauan ke-11, atas upaya tanpa lelah dan kepemimpinan penuh dedikasi selama konferensi. Konferensi tersebut bertujuan memperkuat perjanjian dan memajukan target-targetnya.

Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir merupakan pakta internasional pada 1968 yang bertujuan mencegah penyebaran senjata nuklir, mendorong perlucutan senjata, dan memajukan penggunaan teknologi nuklir secara damai. NPT diikuti oleh 191 negara termasuk Indonesia yang meratifikasi perjanjian ini sejak 1970 sebagai negara bukan pemilik senjata nuklir.

NPT membagi anggotanya menjadi negara pemilik senjata nuklir dan negara bukan pemilik senjata nuklir. Negara pemilik senjata nuklir yang diakui resmi adalah Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, dan Inggris yang wajib melucuti senjata nuklirnya.

Iklan

India, Pakistan, dan Israel tidak pernah menandatangani NPT sementara Korea Utara menarik diri dari perjanjian pada 2003. Perjanjian NPT bertumpu pada tiga pilar utama yakni non-proliferasi, perlucutan senjata, dan penggunaan damai energi nuklir.

Pilihan Redaksi

Heboh Teror Pocong Jadi-Jadian di Sejumlah DaerahNasional

Heboh Teror Pocong Jadi-Jadian di Sejumlah Daerah

Afifah·23 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Internasional

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->