VOICE Indonesia
Internasional

Bandara Ditutup, Ribuan Turis Terjebak di UEA Termasuk 36 WNI

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Bandara Ditutup, Ribuan Turis Terjebak di UEA Termasuk 36 WNI
Bandara Ditutup, Ribuan Turis Terjebak di UEA Termasuk 36 WNI
VOICEINDONESIA.CO, Abu Dhabi - Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menanggung biaya tambahan malam menginap bagi 20.000 pengunjung internasional yang tertahan akibat penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, 36 di antaranya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tersebar di Dubai dan Abu Dhabi. Department of Culture and Tourism Abu Dhabi menginstruksikan kepada seluruh operator hotel setempat melalui surat edaran resmi agar memperpanjang masa inap pengunjung yang tidak dapat melanjutkan perjalanan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya terkoordinasi untuk memastikan tidak ada visitor yang terlantar tanpa akomodasi. Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha mengungkapkan KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai telah mendata 36 WNI yang terdampak dan belum dapat melanjutkan perjalanan. Sebanyak 23 visitor berada di Dubai dan 13 visitor di Abu Dhabi. "Seluruh WNI tersebut telah didata secara rinci dan dikumpulkan dalam satu grup komunikasi untuk memudahkan koordinasi serta fasilitasi sesuai kebutuhan masing-masing," kata Dubes Judha di Abu Dhabi, Selasa (3/3/2026). Pada Senin (2/3) malam pukul 21.00 hingga 22.30 waktu setempat, Dubes Judha dan jajarannya menggelar silaturahmi daring dengan para WNI yang masih tertahan. Forum daring menjadi ruang dialog terbuka untuk memastikan setiap kendala dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara konkret. Selain memfasilitasi akses akomodasi selama masa perpanjangan tinggal, KBRI dan KJRI juga memberikan pendampingan administratif serta informasi terkini mengenai opsi perjalanan. Bagi WNI yang mempertimbangkan alternatif jalur pulang lebih cepat, perwakilan RI turut menawarkan opsi repatriasi mandiri melalui jalur darat via Oman.

Baca Juga : Pemerintah Harus Ambil Langkah Mitigasi Pastikan Keselamatan PMI di Timur Tengah "KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus mengimbau WNI di wilayah kerja masing-masing untuk memantau perkembangan resmi," katanya. Situasi di Abu Dhabi dan kawasan Teluk masih tegang akibat serangan balasan dari Iran yang menyasar beberapa negara Teluk Arab. Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan drone dan rudal yang sebagian besar berhasil dicegat oleh pertahanan udara UEA, namun serpihannya yang jatuh ke tanah sempat menyebabkan kerusakan serta korban jiwa. Sejumlah maskapai internasional seperti Etihad Airways menangguhkan sementara penerbangan ke dan dari Uni Emirat Arab hingga setidaknya 4 Maret 2026. Pemerintah Indonesia melalui KBRI mengimbau seluruh WNI di wilayah Teluk untuk tetap waspada, melakukan registrasi keberadaan melalui saluran resmi, serta mengikuti arahan keamanan dari otoritas setempat. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#penutupan bandara#UEA#WNI terjebak di UEA
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.