VOICE Indonesia
Internasional

Eskalasi Memanas! WNI Hindari 3 Wilayah Perbatasan Kamboja-Thailand Ini

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co
Eskalasi Memanas! WNI Hindari 3 Wilayah Perbatasan Kamboja-Thailand Ini
Eskalasi Memanas! WNI Hindari 3 Wilayah Perbatasan Kamboja-Thailand Ini
VOICEINDONESIA.CO, Phnom Penh - Eskalasi konflik bersenjata di perbatasan Kamboja-Thailand memaksa KBRI Phnom Penh mengeluarkan peringatan keras kepada Warga Negara Indonesia (WNI) pada Senin (08/12/2025). Tiga provinsi di perbatasan kedua negara tersebut ditetapkan sebagai zona terlarang menyusul serangan udara Thailand yang menewaskan prajurit. Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto menegaskan WNI harus menghindari atau membatasi perjalanan ke Provinsi Preah Vihear, Oddar Meanchey, dan Banteay Meanchey yang terdampak langsung konflik militer kedua negara. Peringatan ini dikeluarkan setelah Thailand melancarkan serangan udara pada Senin dini hari sebagai balasan atas bentrokan yang menewaskan satu tentara Thailand dan melukai empat lainnya. Jet tempur F-16 Thailand membombardir posisi militer Kamboja di kawasan perbatasan yang kembali memanas. Baca Juga: Perlindungan PMI Didominasi Swasta Dalam RUU P2MI, Bagaimana Dampaknya? KBRI Phnom Penh mengimbau seluruh WNI di Kamboja untuk: 1. Tetap tenang, tidak panik, dan tetap menjaga kewaspadaan 2. Mematuhi dan mencatat himbauan dari otoritas setempat terkait dengan perkembangan situasi keamanan 3. Menghindari atau membatasi perjalanan ke wilayah-wilayah yang terdampak konflik di Provinsi Preah Vihear, Oddar Meanchey, dan Banteay Meanchey 4. Mencari dan mengikuti perkembangan situasi dari sumber resmi, baik dari otoritas Kamboja, media terpercaya, atau media resmi KBRI Phnom Penh 5. Melakukan lapor diri di portal Peduli WNI (www.peduliwni.kemlu.go.id) untuk mempermudah komunikasi dengan KBRI Phnom Penh Baca Juga: Bangladesh Diguncang Gempa, KBRI Dhaka Pastikan Kondisi WNI Aman Imbauan tersebut disampaikan dalam siaran resmi KBRI Phnom Penh yang terus mengikuti perkembangan eskalasi konflik antara kedua negara dari sumber-sumber media setempat. "Bagi WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi KBRI Phnom Penh melalui nomor Whatsapp +855 12 813 282 (Hotline Pelindungan WNI) dan +855 61 844 661 (Hotline Konsuler)." KBRI menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan semakin mengintensifkan komunikasi dengan komunitas WNI di berbagai provinsi di Kamboja. Dalam segala situasi, keselamatan warga negara Indonesia menjadi prioritas utama. Konflik kedua negara bertetangga ini sebenarnya sempat mereda setelah kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat pada 28/07/2025. Kesepakatan tersebut muncul menyusul baku tembak pada Mei 2025 yang menewaskan satu prajurit Kamboja dan meluas ke 12 titik perbatasan pada Juli 2025. Perjanjian damai resmi bahkan telah ditandatangani dalam upacara di sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur pada 26/10/2025, yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun ketegangan kembali mencuat dengan eskalasi yang lebih serius. KBRI Phnom Penh menegaskan kesiapan memberikan perlindungan dan bantuan darurat bagi WNI, sambil terus memonitor perkembangan keamanan di perbatasan serta menyesuaikan langkah mitigasi sesuai kondisi lapangan yang berubah cepat.

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#Eskalasi#KBRI Phnom Penh#Konflik Kamboja-Thailand#Peringatan WNI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.