
Iran Tuding Pentagon Bohong soal Biaya Perang, Klaim Kerugian AS Capai 100 Miliar Dolar

VOICEINDONESIA.CO, Istanbul – Perang kata antara Iran dan AS kini merambah ke soal angka. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Pentagon sengaja meremehkan biaya perang yang sebenarnya dan menyebut Amerika sudah menggelontorkan empat kali lipat dari yang diakui secara resmi, Jumat (1/5/2026).
Araghchi menuding Netanyahu sebagai biang kerok yang membuat AS menanggung kerugian finansial luar biasa besar tanpa hasil yang sepadan.
"Spekulasi berisiko Netanyahu telah secara langsung merugikan Amerika sebesar 100 miliar dolar AS sejauh ini, empat kali lipat dari yang diklaim," tulisnya di platform X.
Araghchi menegaskan beban itu tidak hanya terasa di tingkat pemerintah melainkan sudah menyerap langsung dari kantong rakyat biasa Amerika setiap bulannya.
"Tagihan bulanan bagi setiap rumah tangga Amerika mencapai 500 dolar AS dan terus meningkat cepat," tulisnya.
Klaim Araghchi berseberangan tajam dengan pernyataan resmi Pentagon. Pejabat Pentagon Jules Hurst dalam kesaksiannya di Kongres pada Rabu menyebut Operation Epic Fury sejauh ini menelan biaya sekitar 25 miliar dolar AS atau seperempat dari angka yang diklaim Iran.
Araghchi juga melancarkan kritik lebih dalam soal orientasi kebijakan luar negeri AS dengan menulis bahwa mendahulukan kepentingan Israel selalu berarti mengorbankan kepentingan Amerika sendiri.
Perang AS dan Israel melawan Iran bermula sejak 28 Februari 2026. Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan namun pembicaraan di Islamabad pada 11 hingga 12 April tidak menghasilkan kesepakatan. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak tanpa menetapkan batas waktu baru atas permintaan Pakistan.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



