VOICE Indonesia
Internasional

Pemerintah Indonesia Minta Ada Investigasi Kematian WNI di Kamboja

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co
Pemerintah Indonesia Minta Ada Investigasi Kematian WNI di Kamboja
Pemerintah Indonesia Minta Ada Investigasi Kematian WNI di Kamboja

VOICEINDONESIA.CO, Phnom Penh - KBRI Phnom Penh secara resmi mendesak otoritas Kamboja melakukan investigasi menyeluruh terhadap kematian Warga Negara Indonesia (WNI) Argo Prasetyo, warga Langkat yang meninggal dengan kondisi penuh luka pada 30 September 2025. Jenazah korban dipulangkan ke Indonesia pada Kamis (13/11/2025) setelah hampir dua bulan proses penanganan yang rumit.

Dubes RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menekankan perlunya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap tawaran kerja di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi dengan persyaratan minimal. Hingga triwulan III 2025, KBRI Phnom Penh mencatat telah menangani 4.030 kasus WNI, melonjak lebih dari 50 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. "Diperlukan kesadaran dan kerja sama dari segenap pihak untuk bersama-sama menangani permasalahan pelindungan WNI di Kamboja," tegas Santo. Baca Juga: Sebanyak 302 WNI Dideportasi dari Malaysia, Ada Apa? Argo diduga bekerja di Kamboja secara non-prosedural, mempersulit proses penanganan jenazah karena tidak diketahui tempat kerjanya. Kondisi ini membuat pembiayaan pemulangan jenazah harus dihimpun dari donatur setelah berbagai upaya koordinasi intensif dilakukan KBRI. Pihak kedutaan mengonfirmasi proses investigasi masih berjalan dan akan terus dipantau perkembangannya. Korban awalnya dikira warga Vietnam karena tidak dapat berkomunikasi dengan baik akibat cedera di wajah dan tubuhnya saat ditemukan terlantar di pinggir jalan Provinsi Svay Rieng. Setelah berita tentangnya viral di media sosial, baru diketahui bahwa korban adalah WNI. KBRI langsung mencari keberadaan Argo dan menemukannya di RS Umum Svay Rieng pada pagi hari 30 September. Baca Juga: Kapolda Sulsel Turut Tangan Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Polres Gowa di Kasus TPPO Pejabat KBRI menyatakan penyelidikan komprehensif sangat diperlukan mengingat dugaan penganiayaan yang dialami korban. "Proses investigasi masih berjalan dan kami terus memantau perkembangan dari otoritas Kamboja," kata pejabat KBRI dalam pernyataan resminya. Argo meninggal pada sore hari tanggal yang sama karena cedera parah yang dialaminya, dengan laporan kepolisian Kamboja mencatat penyebab kematian adalah cedera kepala berat.

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#Investigasi#KBRI Phnom Penh#WNI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.