
TPS di KJRI Hong Kong Sepi, WNI yang Sudah Datang Tidak Bisa Nyoblos

VOICEIndonesia.co, Hong Kong - Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong menceritakan bahwa pencoblosan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sepi dan ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak bisa nyoblos.
Ketua Buruh dari Union of United Domestic Workers (UUDW) Hong Kong Ratih, mengatakan bahwa Pemilu lewat TPS di Hong Kong yang digelar 13 Februari 2024 jauh dari kesan pesta demokrasi.
"Dari 2,300an surat suara yang disiapkan untuk 4 (empat) TPS, hingga TPS resmi ditutup pukul tujuh malam, hanya 754 WNI yang datang mencoblos," ujar Ratih kepada VOICEIndonesia.co, Rabu (15/02/2024).
Ratih menyampaikan proses pemungutan suara yang digelar sepuluh jam di gedung KJRI, di daerah Causeway Bay, Hong Kong terlihat sepi.
"Sejak pukul 9 pagi tidak terlihat antrian berjubel seperti tahun-tahun sebelumnya ketika pemungutan suara TPS berlangsung," lanjutnya.
Baca Juga: Tahanan KPK Gunakan Hak Pilih di TPS 901 Rutan KPK
Diketahui, pemilihan kali ini diselenggarakan secara terbatas di gedung KJRI hanya untuk 2000an pemilih, atau sekitar 2% total DPT (Daftar Pemilih Tetap). Sementara 162 ribuan surat suara terkirim kepada pemilih melalui metode pos.
Ratih menjelaskan bahwa mobilitas WNI, khususnya pekerja rumah tangga migran sangat tinggi di Hong Kong, sementara pemutakhiran DPT di Hong Kong selalu menyisakan masalah tersendiri.
“PPLN sendiri mengunggah nama-nama pemilih TPS yang terpilih secara acak menggunakan sistem KPU di laman Facebook nya, tetapi hal ini tidak berpengaruh banyak pada jumlah pemilih yang menyambangi TPS, 13 Februari 2024,” jelasnya.
Salah satu PMI yang sudah pindah alamat dari majikan pertama ke yang baru ia datang ke KJRI untuk menggunakan hak suaranya.
Namun tidak diterima oleh PPLN dengan alasan nama tersebut sudah dikirim dengan metode pemilihan melalui POS.
"Saya tadi ke KJRI Mba, nggak bisa meski datang ke KJRI. Karena KJRI sudah kirim surat. Mereka tidak mau tau dengan alasan sudah dikirim surat melalui pos," ujar salah satu WNI di Hong Kong.
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



