Ketenagakerjaan

Kemenp2MI Bentuk Tim Crisis Monitoring dan Hotline Khusus Timur Tengah

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co05 Maret 2026 pukul 08.46 WIB
Kemenp2MI Bentuk Tim Crisis Monitoring dan Hotline Khusus Timur Tengah
Iklan
Temukan lebih banyak
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah
Peta
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) membentuk Tim Crisis Monitoring untuk memantau kondisi pekerja migran di kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Pemantauan perkembangan geopolitik di kawasan tersebut guna memastikan pelindungan dan pelayanan bagi Pekerja Migran Indonesia tetap terjaga. Langkah antisipatif ini dilakukan berkoordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah. "Berdasarkan koordinasi dengan Perwakilan RI, hingga saat ini (4/3/2026) belum terdapat laporan PMI yang mengalami insiden keselamatan akibat perkembangan situasi tersebut," demikian pernyataan Kementerian P2MI dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (4/3/2026). Kementerian P2MI telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk di kawasan konflik. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pembentukan Tim Crisis Monitoring. Pemerintah juga melakukan pendataan PMI sebagai kesiapsiagaan evakuasi jika situasi keamanan memburuk. Kementerian P2MI menyusun serta mendiseminasikan informasi publik dan panduan kewaspadaan bagi PMI di kawasan konflik. Pengaktifan hotline pengaduan khusus kawasan Timur Tengah juga dilakukan sebagai jalur komunikasi darurat bagi pekerja migran yang membutuhkan bantuan segera. "Kementerian P2MI mengimbau kepada PMI di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang, menghindari lokasi rawan, membatasi aktivitas di luar kebutuhan mendesak, mengikuti arahan Perwakilan RI, serta segera melapor ke KBRI/KJRI terdekat apabila menghadapi situasi darurat"

Baca Juga : Devisa Negara dari PMI Timur Tengah Aman Selama Tidak Ada Perintah Evakuasi Apabila terdapat PMI di kawasan Timur Tengah yang memilih atau perlu kembali ke Indonesia, pemerintah akan memfasilitasi proses kepulangan sesuai mekanisme yang berlaku. Seluruh langkah antisipatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan dan pelindungan PMI tetap menjadi prioritas utama. Kementerian P2MI menegaskan akan terus mengambil langkah adaptif sesuai perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang terus berubah dinamis. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Pahlawan Devisa Terancam Pancung, Presiden Jangan Hanya Menonton!

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Polri Luncurkan SIM Digital, Kini Tak Perlu Lagi Bawa Kartu FisikNasional

Polri Luncurkan SIM Digital, Kini Tak Perlu Lagi Bawa Kartu Fisik

Afifah·22 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Ketenagakerjaan

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->