
Pemerintah Akui Ketidaktahuan Warga Picu Korban TPPO

Baca Juga : Pekerja Indonesia di Timur Tengah Alami Trauma Psikologis "Nah karena masyarakat tidak tahu, maka kami sebagai pemerintah punya kewajiban kewajiban moral dan kewajiban struktural untuk memberikan pemahaman dan ilmu pengetahuan dan informasi kepada masyarakat bagaimana menjadi seorang pekerja migran yang aman," jelasnya. Ia menyatakan ketika di hulu dibenahi dengan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, maka hilirnya akan otomatis menjadi bagus. Masyarakat akan terhindar dari jeratan TPPO dan berbagai modus penipuan. "Hulu inilah yang kita ngelibatkan bermacam-macam sudah kodok. Baik dalam kontek kemenciptaan sumber demunisianya, SDM-nya, kemudian dalam kontek kita sosialisasi kepada masyarakat bagi emak-emak dan pekerja migran yang aman," katanya. Ia menegaskan pemerintah sudah melakukan kampanye karena sadar bahwa persoalan para pekerja migran adalah persoalan di hulu. Ketika di hulu dibenahi, maka hilirnya akan otomatis bagus. Baca Juga : Lindungi dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Canangkan Kampanye Nasional PMI 2026 "Jadi kita sudah melakukan kampanye itu. Karena kita sadar bahwa persoalan para pekerja migran itu adalah persoalan di hulu. Hulunya ini yang sedang kami benahi sekarang. Ketika di hulu ini kita benahi, maka hilirnya juga akan otomatis ini dia akan dan akan jadi bagus," tegasnya. Dari sisi hilir, Mukhtaurdin menambahkan pemerintah memperkuat regulasi, kerja sama, hubungan bilateral, dan negosiasi dengan pemberi kerja di luar negeri. Perlindungan dilakukan sebelum penempatan, ketika penempatan dan setelah penempatan. Mukhtaurdin menegaskan ikhtiar ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas perlindungan dan sumber daya manusia pekerja migran di Indonesia. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat akan terhindar dari TPPO dan ke depan Indonesia akan semakin banyak menempatkan pekerja migran yang berkualitas. "Ikhtiar seperti yang kita lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas perlindungan dan sumber demunisia pekerja migran di Indonesia, sehingga ke depan kita sudah semakin besar menempatkan pekerja migran yang berkualitas, yang skills worker, dan angka angka daripada masalah-masalah pekerja migran semakin tahun semakin kita turunkan," pungkasnya. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



