
101 PMI Bermasalah Kembali Dideportasi dari Malaysia

VOICEIndonesia.co, Malaysia - Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) bermasalah pada Jumat, (22/03/2024).
Proses pemulangan ratusan PMI tersebut dilakukan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kuching.
“KJRI Kuching telah melaksanakan pendampingan proses pemulangan terhadap 101 PMI bermasalah dari Depot Tahanan Imigresen (DTI) Bekenu, Miri, Serawak melalui perbatasan Tebedu-Entikong.
Baca Juga: Jokowi dan Kabinet Indonesia Maju Sampaikan SPT Pajak
Berdasarkan informasi dari KJRI Kuching, 101 PMI tersebut terdiri dari 68 orang laki-laki, 33 perempuan dan terdapat anak kecil berusia 5 tahun.
101 PMI tersebut diketahui dideportasi oleh Jabatan Imigresen Malaysia Sarawak setelah menjalani hukuman penjara di Sarawak.
Diketahui sejak Januari hingga 22 Maret 2024 KJRI Kuching mencatat sebanyak 819 PMI bermasalah dideportasi.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



