
211 CPMI Mengadu Ke SBMI,Dirut PT.BB Angkat Bicara

VOICEINDONESIA,JAKARTA - Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), PT. Bagoes Bersaudara (PT. BB) angkat bicara terkait beredar berita diduga telah mengelapkan uang milik 211 Orang Calon Pekerja Migra Indonesia yang hendak bekerja ke Polandia .
Direktut Utama PT. Bagoes Bersaudara ,Luthfi Sungkar Melalui Direktur Operasional,Aminudin (48) mengatakan bertanggung jawab terhadap keberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dari Lombok ke Polandia hingga turun Work Permit ( Izin kerja atau visa kerja)
“Bhw PT Bagoes Bersaudara bertanggung jawab terhadap keberangkatan cpmi dari Lombok ke Polandia sampai turun work permit,” Kata Direktur Utama PT.Bagoes Bersaudara,Aminudin saat di konfirmasi VOICE Indonesia,Selasa (23/11/2021)
BACA JUGA : 211 CPMI Polandia Gagal Berangkat,PT.BB Diduga Gelapkan Uang Hingga 3 M Lebih
"Setelah kami PT .Bagoes Bersaudara melakukan mediasi dengan para koordinator CPMI , bahwa keseluruhan dari CPMI tersebut tetap ingin meneruskan proses keberangkatan ke Polandia dan menunggu kepastian turun nya Work Permit ( Izin kerja atau visa kerja) dari Agent Polandia,” tambah Aminudin
Lebih lanjut Luthfi Sungkar,menjelaskan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan pihak terkait di Lombok seperti dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja (kadis Naker ) Lombok timur dan Kepala Unit Pelayanan Tepadu Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT-BP2MI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait di Lombok seperti dengan kadis Naker Lombok timur dan ka UPT-BP2MI Provinsi NTB , bahwa kami menyampaikan bahwa sesungguhnya keterlambatan proses turun nya work permit adalah karena keterlambatan dan kesalahan dari Agent Polandia,” ujar Aminudin
BACA JUGA : Diduga Korban TPPO,50 CPMI Akan Dikirim Ke Dubai
Ia menegaskan bahwa ada keterlambatan turun Work Pemit ( Izin kerja atau visa kerja) bukanlah kesalahan dari PT.Bagoes Bersaudara ,melainkan ini adalah masalah dari Agent yang di Polandia,karena PT Bagoes Bersaudara sudah melaksanakan kewajibannya yaitu dengan mengirimkan CV CPMI beserta dana pengurusan Work Permit kepada agent di Polandia.
“ Keterlambatan turun Work Permit ini bukanlah kesalahan PT Bagoes Bersaudara , tetapi ini adalah masalah nya dari Agent Polandia, karena PT Bagoes Bersaudara sudah melaksanakan kewajibannya yaitu dengan mengirimkan CV CPMI) beserta dana pengurusan Work Permit nya kepada Agent di Polandia,” tegas Aminudin
Ia menambahkan bahwa ada 10 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) mengalami hal serupa.
“Keterlambatan penurunan Work Permit oleh Agent Polandia bukan hanya di alami oleh PT Bagoes Bersaudara, tapi juga di alami oleh lebih dari 10 PT p3mi,”
Aminudin mengatakan bahwa ada 10 P3MI yang bekerja sama dengan Agent di Polandia sudah membuat surat Permohonan bantuan kepada KBRI di Polandia untuk bisa membantu agar Work Pemit ( izin kerja atau Visa Kerja )
“Untuk itu kami dr 10 P3MI yang bekerja sama dengan Agent Polandia tersebut sudah membuat surat permohonan bantuan kepada KBRI di Polandia untuk bisa membantu urusan penurunan Work Permit tersebut kepada Agent Polandia,” harap Aminudin
Selaku Direktur Utama PT.Bagoes Bersaudara Luthfi Sungkar mencari solusi yang tepat sehingga bisa meminimalisir resiko dan mengatntisipasi adanya keterlambatan Work Permit.
“Solusi terakhir untuk mengantisipasi keterlambatan Work Permit dari Agent Manservis bahwa kami juga sudah kerjasama dengan Agent Polandia lain nya,” tegas Aminudin ( red)
Catatan : Ada Koreksi kekeliruan nama Narasumber
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



