
Pelabuhan Batam Disiapkan Lebih Siaga Antisipasi Lonjakan PMI Jelang Lebaran

VOICEINDONESIA.CO, Batam – Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas helpdesk dan lounge Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah Batam, Kepulauan Riau.
Langkah ini diambil untuk memastikan kesiagaan petugas di perbatasan dalam mendeteksi keberangkatan nonprosedural sekaligus meningkatkan pelayanan menjelang periode mudik Idulfitri 1447 H/2026.
Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi KemenP2MI, Seriulina Br Tarigan, menegaskan bahwa Batam merupakan salah satu pintu perbatasan tersibuk yang memerlukan pengawasan ekstra.
“Batam merupakan salah satu pintu perbatasan tersibuk. Kami ingin memastikan setiap pekerja migran yang melintas merasa aman dan terlayani dengan baik. Pengawasan harus berjalan sesuai prosedur operasional standar, terutama mendekati Idulfitri,” ujar Seriulina di Batam, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Dukung Kesejahteraan dan Kesehatan Buruh
Dalam peninjauan di Pelabuhan Internasional Batam Center dan Terminal Feri Harbour Bay, ia memastikan petugas satuan tugas pelindungan PMI tetap siaga memberikan informasi serta memanfaatkan teknologi untuk pengawasan lapangan.
Nantinya, para petugas helpdesk kini dibekali akses kamera CCTV yang terhubung langsung ke pintu keberangkatan pelabuhan.
Fasilitas di Harbour Bay bahkan telah dilengkapi sistem pemantauan real-time untuk menyatukan data keberangkatan warga negara Indonesia yang hendak menuju luar negeri.
Teknologi ini diharapkan mempermudah deteksi dini terhadap praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal.
Baca Juga: Diserang KKB, 26 WN China dan Karyawan Terjebak di Tambang Emas Nabire
Selain aspek pengawasan, Seriulina yang didampingi Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Imam Riyadi, juga meninjau kelayakan fasilitas shelter atau penampungan sementara di Kantor P4MI Batam.
Fokus peninjauan meliputi standar kebersihan dan aspek kemanusiaan tempat singgah tersebut, guna menjamin rasa aman bagi para pekerja migran baik yang akan berangkat maupun yang baru kembali ke tanah air.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pelatihan pegawai guna menyamakan persepsi mengenai kualitas pelayanan publik.
Melalui penguatan fasilitas dan kompetensi SDM ini, KemenP2MI berharap pelindungan terhadap PMI di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih optimal, profesional, dan tetap menjunjung tinggi hak-hak para pekerja migran. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan? Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



