
491 Pekerja Migran Indonesia diberangkatkan ke Korsel

VOICEIndonesia.co,Tangerang - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas sebanyak 491 orang pekerja migran Indonesia (PMI) ke negara Korea Selatan (Korsel) dalam program lanjutan pemerintah (G to G) untuk sektor tenaga kerja fishing dan manufaktur.
"Ini pelepasan terbesar dalam satu penerbangan, kurang lebih ada 491 orang. Dan biasanya kita hanya melepas 200 orang per minggu dalam program G to G ini," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani usai melepas keberangkatan PMI ke Korsel di Terminal 3 Bandara Soetta, di Tangerang, Senin.
Baca Juga : Wapres Minta PMI Tempuh Jalur Resmi Guna Kurangi Risiko TPPO
Ia menyebutkan, dari 491 PMI yang diberangkatkan ke Korea Selatan pada Senin ini merupakan pekerja migran yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia, dan terbanyak berasal dari pulau jawa.
"Ini dari seluruh daerah yang ada di Indonesia, yang dominan pasti dari Pulau Jawa," ucapnya.
Dia juga mengungkapkan, jika jumlah PMI yang dilepas ke Korsel lewat program G to G saat ini ditargetkan menyentuh angka 12 ribu orang lebih. Hal tersebut dinilai akan memecahkan rekor penempatan pekerja migran ke negara Asia di tahun sebelumnya.
"Sebelum saya memimpin BP2MI itu belum pernah melewati angka tujuh ribu. Jadi ini peningkatannya hampir dua kali lipat, saya percaya ini bukan karena saya pribadi. Tapi karena ada perubahan tata kelola yang progresif," katanya.
Baca Juga : Pemerintah Pulangkan Enam Anak WNI Dari Taiwan
Dengan capaian tersebut, kini Indonesia menempati posisi ke dua sebagai negara pengiriman penempatan pekerja terbanyak setelah negara Nepal.
"Mudah-Mudahan dari 16 negara penempatan pekerja, kita bisa melewati Nepal sebagai negara G To G ke negara Korea," ujarnya.
Ia berharap, ke depan angka penempatan tenaga kerja secara resmi ke luar negeri itu jumlahnya semakin meningkat dan sektor penempatannya juga tidak hanya di kategori perikanan atau manufaktur saja, namun dapat bertambah ke sektor-sektor lainnya.
"Kita juga sekarang sudah mengajukan tenaga konstruksi, logistik dan pertanian. Mudah-mudahan dengan kami berkunjung ke Korsel ini bisa semakin memberikan daya tarik untuk memprioritaskan tenaga kerja Indonesia," kata dia. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



