
BP2MI Minta Stafnya Tidak Kendur Berikan Pelayanan Terbaik Bagi PMI
VOICEIndonesia.co,Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani meminta staf di lingkungannya tidak mengendurkan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.
"Inilah bentuk hadir negara yang sesungguhnya, memberi perlindungan dari ujung rambut sampai ujung kaki kepada para pekerja migran Indonesia dan keluarganya, sebagaimana Perintah Presiden Indonesia RI Joko Widodo," ujar Benny Rhamdani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dalam kegiatan rapat kerja teknis tahun 2024 dan reviu laporan keuangan tahun 2023 di Jakarta, Selasa (16/1), ia menyampaikan sepanjang tahun 2023 BP2MI telah berhasil melakukan penempatan sebanyak 273.747 pekerja migran Indonesia.
Baca Juga : BP2MI Tegur keras P3MI Yang Menerapkan “overcharging” kepada PMI
Jumlah itu, kata dia, melampaui target penempatan yang dicanangkan pada tahun 2023 yang sebanyak 250.000 orang pekerja migran Indonesia. Penempatan pada 2023, juga melampaui jumlah penempatan tahun 2022 sebanyak 200.761 orang.
"Capaian tersebut menjadi bukti bahwa penempatan pekerja migran Indonesia menjadi satu solusi untuk membantu mengurangi pengangguran akibat pandemi," ujarnya.
"Namun kita tentu tidak boleh berpuas diri dengan raihan-raihan baik tersebut. Di awal tahun ini, merupakan waktu yang tepat untuk kita melakukan evaluasi terhadap kerja-kerja badan," katanya.
Benny menambahkan pada 2024 ini BP2MI menargetkan sebanyak 300.000 penempatan pekerja migran Indonesia dengan berbagai skema.
Baca Juga : BP2MI Akan Perluas Penempatan PMI Skema G to G ke 19 Negara
Sementara itu, Sekretaris Utama BP2MI Rinardi menyampaikan bahwa tema Rakornis tahun 2204 ini adalah inwards and outwards looking evaluation melalui Gerak Masif dan Kerja Progresif, yang akan dilaksanakan pada 16-18 Januari 2024.
"Pelaksanaan rakernis hari pertama berupa forum diskusi, koordinasi, dan komunikasi yang akan diikuti oleh BP3MI, Kedeputian, serta Kesettamaan dalam bentuk kelompok-kelompok kerja," paparnya.
Ia berharap melalui rakornis ini akan menghasilkan output berupa laporan identifikasi inwards and outwards looking evaluation, rekomendasi dan strategi pencapaian agenda prioritas tahun 2024 berdasarkan inwards and outwards looking evaluation, juga masukan dalam penyusunan rencana strategis BP2MI tahun 2025-2029. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



