VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

BP2MI Wilayah Sulawesi Tenggara Fasilitasi Pemulangan PMI Terkendala dari Turki dan Malaysia

Redaksi - VOICEIndonesia.co
BP2MI Wilayah Sulawesi Tenggara Fasilitasi Pemulangan PMI Terkendala dari Turki dan Malaysia
BP2MI Wilayah Sulawesi Tenggara Fasilitasi Pemulangan PMI Terkendala dari Turki dan Malaysia

VOICEINDONESIA,KENDARI - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Sulawesi Tenggara memfasilitasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Terkendala dari negara penempatan Turki dan Malaysia pada Selasa (14/12/2021).

PMI Terkendala penempatan Turki tersebut, bernama Hasriati yang beralamat di Kelurahan Wowanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan keterangan dari PMI Hasriati, ia mulai berangkat bekerja ke Turki pada Oktober lalu melalui ajakan temannya yang bekerja di Dubai. Hasriati kemudian langsung berangkat ke Jakarta.

"Sebelum berangkat ke Turki, saya mengurus paspor di Jakarta. Setelah paspor jadi, saya langsung berangkat. Setelah tiba di Turki, saya dijemput oleh agensi dan selama satu minggu saya ditampung di rumah agensi tersebut. Setelah itu saya akan diberangkatkan ke Libya, namun saya menolak dan minta dipulangkan," tutur Hasriati.

Sebelum dikirim ke Libya, Hasriati ditangkap oleh Imigrasi Turki. Pihak Imigrasi kemudian melaporkan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta langsung diurus kepulangannya ke Indonesia.

UPT BP2MI Wilayah Sulawesi Tenggara kemudian memperoleh informasi pemulangan PMI tersebut, melalui surat yang dikirimkan oleh Koordinator Pos Pelayanan Kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (P2KTKI) Bandara Soekarno-Hatta Nomor Tar.481/BP3TKI-16/P2K/XII/2021 tanggal 13 Desember 2021, tentang pemulangan PMI Terkendala asal Kendari.

Pada Selasa (14/12/2021), PMI tersebut dipulangkan dari Bandar Udara Soekarno-Hatta menuju Kendari, menggunakan pesawat maskapai Citilink dan tiba di Bandara Haluoleo, Sulawesi Tenggara pukul 17.05 WITA. Ia lalu dijemput oleh Petugas Pengantar Kerja UPT BP2MI Wilayah Sulawesi Tenggara, Rusli, dan Petugas Pelindungan, Reskiyanti.

Di waktu yang sama, pihak UPT BP2MI Wilayah Sulawesi Tenggara juga mendata empat orang PMI lainnya yang baru tiba dari Malaysia. Keempat PMI tersebut berasal dari Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, Rusli menyampaikan pesannya, "Jika ingin bekerja ke luar negeri, berangkatlah secara prosedural supaya mendapat pelindungan dari pemerintah dan jangan percaya ajakan teman dan rayuan calo, karena jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama kita bekerja di luar negeri, calo tersebut tidak akan bertanggung jawab," ujar Rusli.

Rusli juga mengingatkan agar para PMI dapat berangkat secara resmi dengan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara itu, para PMI menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala BP2MI dan Kepala UPT BP2MI Wilayah Sulawesi Tenggara, yang telah memfasilitasi kepulangannya secara gratis sampai ke daerah asal. (**)

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#BP2MI#PMI#Sulawesi Tenggara#Terkendala Turki dan malaysia
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.