VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

BP3MI Jabar Rampungkan Perekaman Biometrik 66 Calon PMI Program G to G Korea 2026

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
BP3MI Jabar Rampungkan Perekaman Biometrik 66 Calon PMI Program G to G Korea 2026
BP3MI Jabar Rampungkan Perekaman Biometrik 66 Calon PMI Program G to G Korea 2026

VOICEINDONESIA.CO, Bandung – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat telah menuntaskan proses perekaman biometrik bagi pendaftar Program Government to Government (G to G) Korea Selatan UBT Khusus Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/4) hingga Kamis (16/4) ini merupakan tahapan wajib bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan melalui jalur resmi pemerintah.

Berdasarkan data Direktorat Penempatan Pemerintah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), tercatat sebanyak 66 pendaftar dijadwalkan menjalani perekaman biometrik secara fisik.

Baca Juga: Indonesia Full Senyum, Selat Hormuz Kembali Dibuka 

Sementara itu, sebanyak 208 pendaftar lainnya masuk dalam tahap verifikasi dokumen secara daring (online).

Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI Jawa Barat, Neng Wepi, menjelaskan bahwa perekaman biometrik ini bersifat wajib bagi pendaftar yang belum pernah melakukan pengambilan data serupa pada program sebelumnya.

“Bagi pendaftar yang belum melakukan perekaman sebelumnya, wajib datang ke kantor sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh Direktorat Penempatan Pemerintah KP2MI untuk dilakukan perekaman biometrik oleh petugas,” tutur Neng di Bandung.

Baca Juga: Diduga Alami Kekerasan di Oman dan Viral, PMI Berhasil Dipulangkan 

Pelaksanaan perekaman kali ini sempat menghadapi tantangan teknis berupa gangguan pada sistem dan aplikasi pusat.

Meski demikian, Neng memastikan kendala tersebut berhasil diatasi dengan cepat sehingga seluruh pendaftar yang hadir tetap dapat terlayani dengan baik.

“Pelayanan biometrik sempat terkendala karena adanya gangguan sistem dan aplikasi. Namun setelah berjalan normal, semua pendaftar yang hadir dapat kami fasilitasi,” jelasnya.

Seluruh proses pelayanan ini tersebar di empat lokasi wilayah kerja BP3MI Jawa Barat, yakni Kantor BP3MI Jawa Barat (Bandung), P4MI Bekasi, P4MI Cirebon, dan P4MI Sukabumi.

Terkait tahap selanjutnya, Neng Wepi mengingatkan para pendaftar bahwa proses verifikasi dokumen pendaftaran berlangsung hingga Rabu (22/4/2026).

Ia menekankan bahwa tahap verifikasi ini dilakukan sepenuhnya secara daring oleh petugas dan tidak memerlukan kehadiran fisik pendaftar di kantor BP3MI.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses dan menjaga transparansi dalam proses seleksi penempatan pemerintah. (af/hi)

Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan! Baca Berita Lainnya di Google News 

Ringkasan AI

**Rangkuman:** BP3MI Jawa Barat telah menyelesaikan perekaman biometrik untuk 66 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam Program Government to Government (G to G) Korea Selatan 2026, dengan 208 pendaftar lainnya masuk tahap verifikasi dokumen secara online. Perekaman biometrik ini merupakan tahap wajib bagi PMI yang belum pernah melakukan pengambilan data serupa sebelumnya dan berlangsung pada 15-16 April di empat lokasi di Jawa Barat. Meskipun sempat terkendala gangguan sistem, seluruh proses tetap berjalan lancar, dan tahap verifikasi dokumen akan berlangsung hingga 22 April secara daring tanpa memerlukan kehadiran fisik pendaftar.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.