VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

BP3MI Kepri Cegah Keberangkatan 927 PMI Non Prosedural

Afifah - VOICEIndonesia.co
BP3MI Kepri Cegah Keberangkatan 927 PMI Non Prosedural
BP3MI Kepri Cegah Keberangkatan 927 PMI Non Prosedural

VOICEINDONESIA.CO, Batam - Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat selama periode Januari hingga November 2024 telah mencegah keberangkatan 927 Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural.

“Total dari Januari sampai November ada 927 PMI nonprosedural yang dicegah berangkat ke luar negeri,” kata Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi dikonfirmasi di Batam, Sabtu (30/11/2024).

Menurut dia, angka ini masih terus diperbarui seiring pencegahan dan penanganan yang dilakukan oleh BP3MI Kepri bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya.

Baca Juga: Menaker Sambut Baik Putusan MK Terkait Uji Materi UU Nomor 18 Tahun 2017

Dia mengatakan pencegahan salah satu upaya yang dilakukan BP3MI untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri tereksploitasi dan menjadi korban perdagangan orang.

"Hal itu dilakukan mengingat wilayah Kepri menjadi daerah rawan perlintasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Tercatat, sepanjang 2024 ini BP3MI Kepri sudah memberikan perlindungan kepada 2.285 PMI yang dideportasi dari negara luar, melalui Kepri dan Riau," ujarnya, dilansir dari ANTARA.

Ia menyebutkan sebanyak 2.285 PMI tersebut justru melalui jalur resmi, yang artinya PMI nonprosedural atau ilegal ini diselipkan di antara PMI yang berpergian ke luar negeri. Totalnya ada 155 PMI.

“BP3MI tentunya dengan stakeholders yang ada seperti Polda Kepri dan TNI sepanjang tahun tetap melaksanakan pencegahan dan perlindungan terhadap PMI,” ujarnya.

Wilayah Kepri menjadi rawan perlintasan bagi PMI nonprosedural, kata dia, juga disebabkan faktor di Kepri menjadi daerah nomor dua tertinggi angka pengangguran di Indonesia.

Baca Juga: Kemlu kembali pulangkan 21 WNI korban TPPO dari Myawaddy, Myanmar

Oleh karena itu, selain penegakan hukum, pencegahan terus dilakukan secara masif, agar warga Indonesia tidak menjadi korban TPPO dengan modus pekerja migran.

Imam menambahkan, upaya pencegahan dan penegakan hukum yang dilakukan BP3MI Kepri bersama aparat penegak hukum lainnya sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Abdul Kadir Karding.

Arahan tersebut, kata dia, yakni mengurangi dan menghilangkan eksploitasi terhadap pekerja migran Indonesia, mengirim para pekerja migran ke negara penetapan secara legal dan prosedural serta tidak melakukan pengiriman ke negara yang bukan menjadi penempatan PMI.

“Itu yang menjadi atensi presiden. Tentunya kami berkolaborasi dengan aparat penegak hukum,” kata Imam.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#BP3MI Kepri#pekerja migran indonesia
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.