
BP3MI Kepri: Satu PMI asal Batam meninggal di Kamboja

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Balai Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BP3MI Kepri) menerima informasi seorang warga negara Indonesia yang diduga bekerja secara tidak prosedural asal Kota Batam meninggal dunia di Kamboja.
“Kami dapat informasi ada warga kita yang meninggal di Kamboja,” kata Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi di Batam, Senin.
Perwira menegah Polri itu menjelaskan, BP3MI Kepri mendapat informasi meninggalnya WNI tersebut pada tanggal 5 Februari.
Berdasarkan data yang diperoleh, WNI tersebut bernama M Ibadi Rezeki, kelahiran Kutacane 11 November 1998, beralamat tinggal di Perum Taman Kartika Raya, Blok A Nomor 12a, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Batam.
Baca Juga : BP3MI Kepri dampingi pemulangan 150 PMI deportasi dari Malaysia
Setelah memperoleh informasi tersebut, kata Imam, BP3MI Kepri melakukan penelusuran alamat dan keluarga yang berada di Batam. “Tim Perlindungan BP3MI Kepri mendatangi rumah keluarga PMI dan bertemu dengan paman almarhum,” katanya.
BP3MI Kepri berhasil menghubungi pihak keluarga yang beralamat sesuai dengan alamat tinggal PMI yang meninggal tersebut.
Dari keterangan paman PMI tersebut, kata Imam, bahwa orang tua PMI Ibadi Rezeki berada di Aceh. Namun, pihak keluarga bersedia menerima jenazah PMI jika dipulangkan ke Batam.
“Paman PMI itu menyampaikan pihak keluarga sudah menerima informasi meninggalnya Ibadi Rezeki beberapa hari lalu. Keluarga bersedia untuk menerima jenazah PMI jika dipulangkan ke Batam,” kata Imam.
Imam menyebut dari informasi yang diperoleh BP3MI Kepri, PMI Ibadi Rezeki meninggal dunia akibat sakit. “Informasi yang kami terima saat ini meninggal karena sakit,” katanya.
Adapun keberadaan PMI Ibadi Rezeki di Kamboja tidak terdata dalam Sisko P2MI, diduga merupakan PMI unprosedural, karena Kamboja bukanlah negara tujuan penempatan PMI.
Terkait kapan pemulangan jenazah akan dilaksanakan, Imam menyebut pihaknya masih menunggu kabar dari KBRI di Kamboja. “Kami menunggu update, yang pasti untuk fasilitas dari bandara sampai pemakaman difasilitasi oleh kami (BP3MI),” kata Imam.
Selama periode Januari-Februari 2025, BP3MI Kepri memfasilitasi pemulangan 399 PMI deportasi dari Johor Bahru, Malaysia melalui Batam, dan satu PMI meninggal dunia dari Kamboja. *
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



