
BRI dan E9pay Tingkatkan Layanan Keuagan bagi PMI di Korea Selatan

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bertemu dengan perwakilan badan ketenagakerjaan Jerman membahas potensi perluasan penempatan di sektorĀ hospitalityĀ bagi pekerja migran Indonesia (PMI), menurut keterangan diterima di Jakarta, Sabtu (04/05/2024).
Kepala BP2MI Benny Rhamdani bertemu dengan perwakilan badan ketenagakerjaan Jerman Bundesagentur fur Arbeit (BA) dan organisasi GIZ di Frankfurt, Jerman, pada Kamis lalu (02/05/2024) yang sudah bekerja sama dengan BP2MI sejak 2021 lewat Program Triple Win yang merupakan kerja sama antarpemerintah atauĀ government to governmentĀ (G to G).
Dalam kesempatan itu, Kepala BP2MI Benny menyampaikan isu-isu yang menjadi catatan BP2MI selama program Triple Win berjalan termasuk terkait perluasan sektor penempatan PMI di Jerman, khususnya sektorĀ hospitality.
"Yang saat ini sedang dalam pembahasan dengan BP2MI, masalah modul ujian, usulan kerja sama pelatihan, masalah uang saku dan lainnya. BP2MI ingin perluasan sektor penempatan menjadi fokus BP2MI dan GIZ/BA saat ini agar penempatan PMI ke Jerman pada sektor lain dapat segera dilakukan dalam waktu dekat," jelas Benny.
Baca Juga: BP2MI Temui Perwakilan Jerman Bahas Sektor Hospitality untuk PMI
Dia menjelaskan saat ini perawat berlisensi dari Indonesia, melalui BP2MI, memperoleh pelatihan bahasa dan teknis untuk bekerja di Jerman dan menerima dukungan saat mereka berintegrasi.
Sesampainya di Jerman mereka memulai proses pengakuan kesetaraan profesi sehingga mereka memiliki kompetensi yang sama dengan orang Jerman dan seluruh biaya mulai dari pelatihan hingga keberangkatan ditanggung oleh pemberi kerja.
Kepala Divisi Servis Internasional BA Thorsten RolfsmaierĀ menyampaikan apresiasi kepada BP2MI atas keberhasilan Program Triple Win di Indonesia melalui BP2MI.
Dia menjelaskan fokus Komisi Ketenagakerjaan Eropa saat ini adalah masalah kompetensi, bahkan mereka menyebut tahun ini sebagai "tahun kompetensi". Dengan Jerman di masa yang akan datang juga akan fokus pada peningkatan kompetensi bagi pekerja asing yang bekerja di Jerman.
"Isu pekerja migran selalu dibahas di Jerman saat ini karena Jerman sedang mengalami kekurangan tenaga kerja. Bahkan hal ini turut dibahas pada pertemuan Komisi Ketenagakerjaan Eropa di Brussels, Belgia, pada bulan lalu," jelas Thorsten Rolfsmaier.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
ā ļø Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



