
Butuh Ribuan Pekerja Baru, Jepang Siapkan Dana Pelatihan untuk PMI

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Prefektur Kagawa, Jepang, untuk memperkuat tata kelola dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Dirjen P3KLN Dwisetiawan Susanto dan Gubernur Prefektur Kagawa Mr. Ikeda Toyohito di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Kerja sama ini menjadi tonggak penting karena Prefektur Kagawa berkomitmen memberikan dukungan finansial berupa dana hibah pelatihan sebesar kurang lebih 5 juta yen per tahun anggaran.
Selain bantuan dana, Kagawa juga akan menyediakan instruktur bahasa dan budaya Jepang secara langsung, serta penguatan sertifikasi keterampilan agar sesuai dengan standar industri lokal.
Baca Juga: Kamboja Gencar Razia Pusat Scam Daring, 2.117 WNI Minta DipulangkanMenteri P2MI, Mukhtarudin, menegaskan bahwa transformasi instansi menjadi kementerian memberikan otoritas penuh dalam menangani pekerja migran dari hulu hingga hilir.
“Sejak berdirinya Kementerian P2MI, kami menjadi satu-satunya pengampu urusan pekerja migran. Jika sebelumnya fungsi regulator berada di Kementerian Ketenagakerjaan, kini otoritas penuh mulai dari penetapan kebijakan, pelatihan, hingga perlindungan berada di bawah Kementerian P2MI," ujar Mukhtarudin.
Saat ini, Prefektur Kagawa tercatat membutuhkan sekitar 2.000 hingga 2.950 tenaga kerja baru untuk sektor perhotelan, manufaktur, dan konstruksi.
Berdasarkan data SISKOP2MI, sudah ada lebih dari 2.100 PMI yang bekerja di Kagawa, dengan komposisi 40% peserta magang dan 30% pemegang visa Specific Skilled Workers (SSW).
Baca Juga: BLK Harus Inklusif Demi Pemerataan Akses KerjaMenteri Mukhtarudin menilai langkah Gubernur Ikeda untuk bekerja sama langsung dengan kementeriannya adalah langkah yang sangat tepat untuk memastikan penempatan yang rapi.
“Gubernur datang ke tempat yang tepat, karena di sinilah kebijakan negara diatur demi menciptakan tata kelola penempatan yang rapi dan terstruktur," beber Menteri Mukhtarudin.
Sementara itu, Gubernur Ikeda Toyohito menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi 4.000 warga negara Indonesia yang saat ini bermukim di wilayahnya.
Ia berharap kerja sama ini menjadi jembatan bagi lebih banyak tenaga kerja terampil asal Indonesia untuk berkarir di Kagawa.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras mereka. Saya berharap melalui kerja sama ini, jumlah penerima kerja dari Indonesia yang datang ke Kagawa akan semakin bertambah di masa depan,” ujar Ikeda.
Proyek ini diproyeksikan menjadi pilot project pertama antara Pemerintah Pusat Indonesia dengan pemerintah daerah di Jepang. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



