
Danto, PMI asal Indramayu yang Diputus Kerja Pabriknya saat di Taiwan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) dari Taiwan pulang ke Indonesia.
Danto menjelaskan bahwa dirinya pulang ke Indonesia bermula bahwa awalnya sakit karena mengangkat beban.
“Dua bulan pertama pabriknya dijual, Setelah itu satu minggu kemudian saya ditarik sama bos yang masih kerja sama di pabrik yang dijual itu. Kurang lebih tiga bulan ngangkat beban, satu bulan tuh udah mulai kerasa naik turun ya muter gini (tangan),” jelas Danto, dikutip dari YouTube Faisal Soh, Senin (9/12/2024).
Kemudian, Danto yang merupakan asal Indramayu dikirim ke bursa namun setelah ditunggu ia tidak mendapatkan panggilan bekerja dan akhirnya memutuskan untuk pulang.
Baca Juga: Konsul RI Tawau Beri Pemahaman Deportan WNI Masuk Malaysia Secara Sah
“Ketika diperiksa ga bisa angkat beban akhirnya saya dilemparkan ke bursa dari pihak agency nggak tanggung-jawab sampai dengan habis permitlah katakanlah diabsen (tetap ga dapat job) Kalau saya megang duit balik lagi uang job koh,” jelas Danto.
Adapun jika ia ingin bekerja, pihak PT di Taiwan akan meminta uang job.
“Oh minta uang job, berapa duit?,” tanya Faisal.
“Bervariatif sih koh, ada yang paling tinggi itu sampai 100 NT (Rp50 juta),” ungkap Danto.
Faisal Soh sangat menyayangkan karena hal tersebut dipengaruhi oleh PT yang berada di Indonesia yang memberikan uang ke PT di Taiwan.
“Itu makanya pengaruh dari uang job yang diberikan PT PT ini kesana, artinya angka itu yang dikeluarkan buat anak-anak ini,” ujar Faisal Soh.
Baca Juga: Imigrasi Kelas II Ranai Buka Layanan Paspor
Danto juga mengaku sudah melapor ke 1955 namun tidak maksimal.
Faisal Soh mengatakan bahwa 1955 bukanlah nomor KDEI melainkan nomor konseling untuk pelaporan yang kemudian diteruskan ke Departemen Ketenagakerjaan (Depnaker).
Danto juga menjelaskan dirinya diputus oleh pihak tempatnya bekerja.
“Lebih tepatnya diputus koh,” ujar Danto.
Danto juga menjelaskan bahwa saat pertama kali akan berangkat dari PT tidak memberikan pelatihan.
“Masuk PT aja ga ada interview jadi saya ke PT itu cuma laporan surat. Nganter administrasi. Ga ada pelatihan fisik, Bahasa dan sebagainya,” jelas Danto.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



