
Diduga Jadi Korban TPPO, PMI di Dubai Mengaku Dijadikan PSK

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Seorang Wanita di Dubai meminta bantuan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memulangkannya ke tanah air.
Wanita tersebut mengaku bernama Eni Rohaiti yang saat ini menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Dubai.
Dalam video berdurasi 59.23 detik yang diterima VOICEINDONESIA.CO, Sabtu (5/4/2025) Eni, menjelaskan bahwa dirinya menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Nama saya Eni Rohaiti saya PMI Dubai, saya memohon sekali kepada bapak Presiden, bapak Prabowo Subianto atau ke pemerintahan Indonesia untuk bantuannya kepada TKW TKW yang kena jual di Dubai ini oleh sesama Indonesia untuk dijadikan PSK," jelas Eni.
Baca Juga: Diduga Korban TPPO Kerja 24 Jam, TKW Asal Karawang Minta Pulang
PMI yang saat ini berada di Dubai itu mengatakan bahwa beberapa temannya juga dijual ke negara lain.
"Dijual ke orang Bangali atau ke lain negara dengan kerja paksa untuk tolong tolong dengan sangat sekali untuk pertolongannya teman-teman saya udah kena jual pak," ungkapnya.
Eni berharap baik presiden Indonesia, Prabowo Subianto dan pemerintah membantunya untuk Kembali ke tanah air. Eni mengatakan bahwa dirinya sudah melaporkan kejadian ke KJRI Dubai, namun belum direspons.
"Tolong sekali kepada pemerintah Indonesia untuk mengirim bantuannya karena KJRI Dubai ini sangat low low bantuannya itu," kata Eni.
Baca Juga: Presiden Apresiasi Pengamanan Mudik, Arus Balik dan Libur Lebaran 2025
Diposting melalui akun TikTok media sosial VOICEINDONESIA.CO, video tersebut mendapatkan 745 komentar, 37 ribu penayangan, 1500 like dan 506 dibagikan, saat artikel ini dibuat Selasa (8/4/2025).
Beberapa warganet memberikan masukan agar PMI untuk melapor kepada Polisi di Dubai terlebih dahulu.
“Mba telpon polisi, terus paling disuruh share lokasi, nanti dijemput. Aku pernah mba tapi aku berhasil keluar sebelum dipekerjakan. Satu hari saya dikurung, tapi saya langsung telpon polisi, cepet kok,” imbuh akun Siwi Rimpu19.
“Nggak heran aku ditahun 2014 bareng-bareng, banyak yang seperti ini di KJRI Abu Dhabi. Ini biasanya yang jadi kaburan minta dijemput sesama orang Indonesia gitu, bukan dibantu kerja,” kata akun chyxy459.
Warganet juga mempertanyakan status PMI, apakah resmi atau tidak di Dubai.
“Mba nya kabur apa resmi. Saya resmi aman-aman aja udah 6 tahun,” timpal akun dayang sumbi 753.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



