VOICEIndonesia.co, Jakarta - Seorang wanita asal Indramayu diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Dubai.
Surini (48 tahun) binti Rastika Miskad bekerja ke Dubai sejak 2021 hingga 2024. Namun sesampainya di Dubai, Surini justru sering putus kontak dengan keluarganya di Indonesia.
Anisa, anak dari Surini mengatakan bahwa ibunya hanya satu tahun bekerja sebagai asisten rumah tangga kemudian kabur dari majikannya.
“Pertama terbang juga pas baru sampai sana ga ada kabar tuh selama dua bulan. Alhamdulillah ngabarin ibunya udah dapet majikan tapi baru satu tahunan ibu kabur karena majikan ibu selalu main tangan suka mukul jadi ibu kabur sampe sekarang, jadi orang kaburan di sana. Kadang kerja kadang enggak,” kata Anisa, Minggu (04/08/2024).
Anisa menjelaskan bahwa ibunya sudah tiga kali mendapatkan pekerjaan selama di Dubai.
Baca Juga: Lima ABK di Bali Meninggal Akibat Kapal Terbakar
Hingga akhirnya, pada April 2024, Anisa hilang kontak lagi dengan Surini hingga saat ini.
Awalnya, Surini sempat memberikan informasi kepada Anisa bahwa ia akan bekerja di Sharjah, Dubai.
Namun, selang beberapa hari Anisa tidak bisa menelfon Surini.
“Ibu saya hilang di Dubai, singkat cerita ibu ngabarin pamit ke saya hari kamis tanggal 25 April. Neng mamah dapet kerja di Sharjah ngomongnya. Berangkatlah mereka berdua tapi sampai sekarang mereka tidak ada kabar. Hp dua-duanya mati. Kita lost kontak,” kata Anisa, dikutip VOICEIndonesia.co, dari TikTok @ramadickyprayogi55, Kamis, (08/08/2024).
Anisa menceritakan bahwa berdasarkan informasi yang ia dapat dari teman-teman ibunya di Dubai, Surini menjadi korban penipuan.
“Saya cari-cari informasi saya dapet kabar dari temen ibu disana katanya mereka kena tipu mereka diperjual belikan sama orang yang ngasih pekerjaan itu. Hp pun dirampas tidak boleh pegang hp jadi mereka tuh kerja ba dibayar,” kata Anisa.
Kepada VOICEIndonesia.co, Minggu, 4 Agustus 2024, Annisa menceritakan awal mulanya Surini diajak oleh temannya yang bernama Henny untuk bekerja di Dubai.
Annisa mengatakan bahwa untuk persyaratan keberangkatannya, Surini hanya menyiapkan dokumen seperti KK dan KTP.
“Nama sponsosrnya ibu Mus, taunya itu doang,” kata Annisa.
Hingga kini, Annisa mencoba mencari keberadaan ibunya melalui grup-grup TKW di Dubai. Namun belum ada informasi.
Annisa mengatakan bahwa dirinya bingung untuk melapor kepada pihak yang berwajib karena ibunya adalah PMI Ilegal.
“Saya bingung kak mau laporan ke kjri juga kan ibu saya orang kaburan di sana ilegal ga punya identitas sana,” ungkapnya.
Anisa menceritakan bahwa ibunya memiliki banyak hutang di Indonesia. Sehingga dari tahun 2021 hingga 2024 ini Surini belum pernah pulang karena mencari uang untuk membayar hutangnya.
“Ibu banyak hutang di kampung, jadi gajian itu buat bayar hutang terus ibu kabur,” kata Anisa.
Anisa juga menjelaskan bahwa nomor ibunya dipegang oleh seroang wanita yang diduga telah menjual ibunya.















