
Diduga Korban TPPO, Dua WNI Terlantar di Kamboja

VOICEIndonesia.co, Kamboja - Dua Warga Negara Indonesia (WNI) meminta bantuan pemerintah untuk memulangkannya ke Indonesia.
Dua WNI kini berada di depan Kantor Kedutaan Besar Indonesia Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja mengaku telah ditipu dan dipekerjakan sebagai scammer.
Diketahui, dua WNI tersebut berasal dari Manado, Sulawesi Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang.
"Kami memohon bantuannya, ini memang salah kami yang gampang ditipu karena tergiur dan datang bekerja disini, kami ditipu dikarenakan dijanjikan sebagai Marketing Sosial Media tapi nyatanya kami dijadikan scammer," jelas Ronaldo Lumintang, dikutip VOICEIndonesia.co dari akun Facebooknya @Onald Lumintang, Minggu, (31/03/2024),
Saat ini Ronaldo dan temannya sedang menginap di salah satu hotel atas rekomendasi dari KBRI Kamboja.
Sedangkan untuk biaya hidup sehari-hari, keduanya WNI tersebut meminjam uang dari staff KBRI Kamboja.
Baca Juga: Dubes Qatar Apresiasi Kegiatan WNI Selama Ramadan
"Kami memang bodoh, tapi kami juga rakyat Indonesia yang memerlukan bantuan di luar negeri pak, tolong kiranya pihak-pihak berkenan menolong kami," ujar Ronaldo.
Selain pada Presiden Jokowi, Ronaldo juga meminta bantuan kepada kepala Badan Perlindungan Pekerja migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani dan Pemerintah daerah agar bisa membantunya pulang ke tanah air.
"Kami berasal dari keluarga yang kurang mampu, dan dibekali dengan surat dari Pemerintah setempat," jelas Ronaldo.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa sudah melakukan pelaporan ke KBRI Phnom Phen atas kejadian tersebut.
Namun terkendala dalam biaya untuk pengurusan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) surat kepolisian, imigrasi dan tiket kepulangan.
"Keluarga kami sudah meminta bantuan dan masih belum mendapatkan biaya, sedangkan kami sudah habis dan beberapa sampai meminjam dan kami sudah tidak punya apapun, kami disini sudah sampai berpuasa, dan ada beberapa pihak yang sering membantu kami, tapi kami masih membutuhkan bantuan dari semua pihak termasuk pemerintah daerah kami berdua, untuk membantu kami dalam biaya kami,” jelas Ronaldo.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



