
Diduga Korban TPPO,TKW Asal Kalteng Dijanjiin Kerja di Dubai Malah Dikirim Ke Irak

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ria Hidayah (40) wanita asal Palangka Raya,Kalimantan Tengah diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),saat ini ia butuh bantuan dari Pemerintah Indonesia agar bisa pulang dari Irak ke Indonesia.
Berdasarkan Pengakuannya,saat ini ia berada di Arbil Ibu kota Kurdistan Irak,sebelumnya ia dijanjikan bekerja di Dubai,namun setibanya di Dubai nasib berkata lain Ria diminta untuk menunggu hingga satu bulan di Dubai untuk menunggu Visa lalu di kirim ke Irak.
📖 Baca Juga ↗KemenPPPA: Perempuan dan anak rentan jadi korban TPPO"Deberangkat kan dari palangkaraya kejakarta.sampai jkarta saya ditempat pak suriafi untuk mengurus paspor setelah menunggu hampir satu bulan.saya diterbangkan ke dubai..saya benar tidak mengerti waktu ditawarkan mau ga ke erbil katanya ..iya pak saya bilang..saya pikir erbil itu daerah dubai masih disitu lah..sampai diduba.di tempat bu aida..dan pak umar..pak umar itu mertua dari pak suriadi..sebentar aja karena mlm kita dah di ambil sama mr puad orang arab..nah dirumah mr puad kita nunggu visa sekitar 1 bulanan lagi baru di trbangkan ke erbil ini," Kata Ria Hidayah saat di mintai keterangan pada Senin (5/8/2024)
ia mengaku,menunggu hingga satu bulan di rumah seseorang yang diduga pelaku atau sindikat penempatan PMI Ilegal,ternyata ia tidak sendiri melaikan ada 5 orang sama-sama berasal dari indonesia yang diduga akan bernasib sama dengan apa yang ia alami.
📖 Baca Juga ↗Kemlu pulangkan Seorang Korban TPPO dari Wilayah Konflik di Myanmar"Di dubai dirumah pak puad kita nunggu aja ga kerja..tadi nya kita orang 6 yang mau diterbangkan kesini.cuma dipisah tidur nya ada yg dirumah saudara pak puad juga..kerena rumah pak puad kecil ktanya,Nah dari 6 itu kita orang 4 duluan diterbangkan dan orang 2 masih nunggu brikut nya,Jadi yang 2 ini kabur dari pak puad," papar Ria
Saat di konfirmasi lebih dalam,Ria mengaku sudah memohon agar ia dipulanhkan ke Indonesia,hingga keluarga diminta uang untuk membeli tiket dan keluarga menyanggupi permintaannya,alih-alih bisa pulang ke Indonesia Ria dan keluarga malah di tipu hingga 7 Juta dengan alasan biaya Visa dan Tiket Pulang.
"Saya sudah memohon mohon minta pulang sama beliau tapi ada aja alasan nya..dimintai duit teket sama dia keluarga sudah mau kirim.alasannya duitnya lah ga cukup..kembali ke dubai aja katanya biar kerja di dobai iya saya mau..kirim uang visa sm teket katanya keluarga saya kirim..sampai sekarang nunggu ..ga balik dubai.ga balik indo," pungkas Ria (red)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



