
Disnaker Mataram Alokasikan Dana Hingga Ratusan Juta Tuk Pelatihan Kerja

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengalokasikan anggara Rp300 juta untuk kegiatan program pelatihan kerja bagi 100 orang.
Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi angka pengangguran di kota ini yang saat ini tercatat sebanyak 4,78 persen atau 10.550 orang.
"Sebanyak 100 orang sasaran pelatihan kerja tahun ini, terbagi menjadi tiga jenis kegiatan pelatihan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram H Rudi Suryawan di Mataram, Rabu, 8 November 2023.
Menurutnya, tiga jenis pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan dan kemampuan kerja secara mandiri itu terdiri atas pelatihan menjahit dan pelatihan pangkas rambut (baber shop) dengan kuota peserta masing-masing sebanyak 40 orang.
"Kemudian kuota peserta 20 orang, khusus kami berikan bagi penyandang disabilitas bekerja sama dengan Dinas Sosial dengan jenis pelatihan tata rias," katanya.
Pelaksanaannya saat ini sedang dipersiapkan termasuk pembelian peralatan masing-masing jenis pelatihan yang nantinya akan diberikan kepada setiap peserta sesuai dengan jenis pelatihan yang diikuti.
📖 Baca Juga ↗Menhan RI Sambut Kedatangan 22 Calon Mahasiswa PalestinaApabila berbagai bantuan peralatan sudah siap, maka pelatihan bisa dilaksanakan, sebab untuk pelatihan masing-masing dilaksanakan selama 5-10 hari.
"Insya Allah, jika barang-barang untuk pelatihan siap dalam minggu depan, maka pelatihan kita laksanakan akhir bulan ini (November) 2023," katanya.
Sementara untuk para calon peserta sudah dilakukan perekrutan melalui pengumuman terbuka, sehingga bagi warga Kota Mataram dan animo masyarakat yang mendaftar luar biasa.
Adapun syarat calon peserta merupakan warga Kota Mataram, berusia 18-35 tahun dan tidak sedang bekerja atau mengikuti pendidikan.
Khusus untuk pelatihan menjahit dengan target kuota peserta pelatihan sebanyak 40 orang yang mendaftar 126 orang, sedangkan pendaftar pelatihan pangkas rambut sebanyak 84 orang dari kuota 40 orang peserta.
"Jadi ternyata yang minat pelatihan menjahit dan pangkas rambut sangat tinggi, sehingga kami harus melakukan seleksi lagi terhadap pendaftar," katanya.
Sedangkan 20 kuota peserta pelatihan tata rias bagi penyandang disabilitas, kata Rudi, tidak ada syarat sebab sasaran sudah ada dari Dinas Sosial.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



