VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Dorong Devisa Rp439 Triliun, Mukhtarudin Genjot Pelatihan Vokasional bagi PMI

Afifah - VOICEIndonesia.co
Dorong Devisa Rp439 Triliun, Mukhtarudin Genjot Pelatihan Vokasional bagi PMI
Dorong Devisa Rp439 Triliun, Mukhtarudin Genjot Pelatihan Vokasional bagi PMI
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan kapasitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pelatihan vokasional. Langkah ini ditargetkan dapat mendorong capaian devisa remitansi hingga Rp439 triliun pada 2025. Mukhtarudin, yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto menggantikan Abdul Kadir Karding, menyebut pendidikan vokasi menjadi kunci agar PMI tidak hanya berangkat, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja global. “Ini bentuk nyata negara hadir, tidak hanya melepas tenaga kerja ke luar negeri, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan,” ujarnya, Jumat (12/9/2025). Baca Juga: Dukung Pelayanan Publik Bersih, BP3MI Jatim Ikuti Evaluasi Zona Integritas  Pemerintah menargetkan peningkatan penempatan tenaga kerja ke Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan, hingga ke Eropa, termasuk Jerman. Menurut data Bank Indonesia, remitansi Pekerja Migran Indonesia pada 2024 mencapai Rp251 triliun, naik signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk 2025, pemerintah menargetkan angka tersebut melonjak menjadi Rp439 triliun, didorong oleh peningkatan penempatan tenaga kerja ke negara-negara Asia. Pada triwulan I-2025 saja, devisa dari kompensasi Pekerja Migran Indonesia sudah mencapai USD74 juta, dengan remitansi total USD4,139 juta. Baca Juga: Kroasia Buka Peluang Besar bagi PMI, Gaji Hingga 1.400 Euro Meski berkontribusi besar pada ekonomi, PMI masih menghadapi tantangan serius seperti eksploitasi, kekerasan, perdagangan orang, hingga penempatan nonprosedural. Karena itu, Kementerian P2MI diproyeksikan menjadi garda utama reformasi perlindungan dan pemberdayaan PMI. Program strategis yang disiapkan antara lain standarisasi kurikulum vokasional, pembentukan “Kelas Migran” di SMA/SMK. Serta pelatihan berbasis keterampilan teknis, bahasa, dan kesiapan mental. Selain itu, Mukhtarudin mendorong integrasi kurikulum Bela Negara untuk memperkuat mental dan adaptasi budaya di negara tujuan. Inisiatif serupa telah dimulai sebelumnya, seperti kerja sama pelatihan dengan PT BIRU untuk penempatan ke Jepang dan peresmian Desa Migran Emas di NTB sebagai pusat keterampilan, akses informasi, dan pendampingan hukum. Mukhtarudin menekankan, pelatihan vokasional bukan hanya soal peningkatan devisa, tetapi juga penguatan identitas bangsa. “Remitansi bukan sekadar kiriman uang, tapi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Pilihan Redaksi

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMIPekerja Migran Indonesia

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI

Afifah· 17 July 2026
#Desa Migran#Kelas Migran#KP2MI#PMI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.