VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri P2MI Mukhtarudin yang melepas langsung keberangkatan di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat, menyebut momen ini sebagai buah dari perjuangan panjang para pekerja migran.
"Hari ini adalah buah dari perjuangan panjang yang telah kalian lalui," kata Mukhtarudin, Rabu (17/6/2026).
Dari 313 pekerja yang diberangkatkan, 19 orang bertugas sebagai perawat dengan kontrak tiga tahun dan kesempatan mengikuti Ujian Nasional Perawat Jepang hingga tiga kali. Sementara 297 lainnya adalah pendamping lansia dengan kontrak empat tahun dan satu kesempatan ujian nasional di bidang yang sama.
Dari sisi penghasilan, kedua skema menawarkan gaji pokok antara ¥150.000 hingga ¥220.000 per bulan atau setara Rp16 juta hingga Rp24 juta, belum termasuk uang lembur, tunjangan, bonus, dan hak cuti sesuai ketentuan Jepang.
Mukhtarudin mengingatkan para pekerja bahwa mereka membawa nama besar Indonesia di luar negeri dan setiap tindakan mereka akan berdampak pada masa depan penempatan PMI berikutnya.
"Saya berpesan, jaga nama baik bangsa karena pekerja migran adalah wajah Indonesia di mata dunia. Apa yang kalian perbuat hari ini, dapat berimbas di masa depan, entah itu baik maupun buruk," tegasnya.
Sejak 2023 hingga 2026, total penempatan PMI skema G-to-G ke Jepang sudah mencapai 1.240 orang dengan tren yang terus bertambah setiap tahunnya.



























