VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Presiden KSPI sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengatakan, keberhasilan ini dicapai melalui dialog antara manajemen dan serikat pekerja.
"Yang rencananya besar-besaran, hanya 50% enggak jadi. Hanya 3 sampai 5 line saja, line produksi yang dipindahkan ke Vietnam," ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Minggu (28/6/2026).
Said menjelaskan jika terjadi pengurangan karyawan, kondisi tersebut akan terjadi secara alamiah melalui tidak diperpanjangnya sebagian kontrak kerja yang berakhir, bukan melalui PHK massal. Hal ini diketahuinya berdasarkan business plan perusahaan hingga tahun 2030.
"Sampai tahun 2030 kalaulah terjadi perampingan jumlah karyawan, itu lebih, secara alamiah. Yaitu karyawan-karyawan kontrak yang habis kontraknya, maka mereka tidak memperpanjang kontraknya," ujarnya.
Namun Said menambahkan, jika ada permintaan pasar yang meningkat terutama di grup Toyota, perpanjangan karyawan kontrak tetap bisa dilakukan. Diperkirakan hingga 2030, pengurangan karyawan secara alamiah berkisar 20 hingga 30 persen.



























