VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Imigrasi Jakarta Selatan Pinta Pembuat Paspor Jujur Saat Wawancara

Afifah - VOICEIndonesia.co
Imigrasi Jakarta Selatan Pinta Pembuat Paspor Jujur Saat Wawancara
Imigrasi Jakarta Selatan Pinta Pembuat Paspor Jujur Saat Wawancara

Jakarta – Kantor Imigrasi Kelas I Khsus Non TPI Jakarta Selatan meminta masyarakat berlaku jujur saat wawancara pembuatan paspor untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta meningkatkan peran pengawasan.

“Kami menemukan warga negara Indonesia (WNI) yang membuat paspor mengelabui petugas mulai dari mengaku melakukan perjalanan haji atau umroh tapi ternyata disalahgunakan,” kata Koordinator Verifikasi Dokumen Perjalanan pada Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian, Joko Surono saat ditemui di Jakarta, dilansir dari ANTARA, Jumat, 23 Juni 2023.

Joko menuturkan pihaknya berharap masyrakat mau berlaku jujur dalam tahapan wawancara pembuatan paspor terutama jika adanya keinginan untuk bekerja ke luar negeri.

Menurut Joko Surono, dengan adanya sikap jujur dan kerja sama ini, seandainya pemohon mendapat masalah maka pemerintah bisa sigap membantu menyelesaikan bersama pihak terkait.

Terlebih, salah satu peran Imigrasi Jakarta Selatan yakni memberikan sosialisasi sebagai edukasi bagi para personel Imigrasi Jakarta Selatan maupun warga sekitar.

Dengan adanya sosialisasi bertema “Peran Imigrasi Dalam Penerbitan Paspor Untuk Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” Ini diharapkan masyarakat bisa dipercaya tujuannya dalam pembuatan paspor ke luar negeri.

“Kami juga menggandeng instansi lain seperti Kepolisian, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memberantas TPPO,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan Ari Febrianto menambahkan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai respons maraknya pemberitaan mengenai TPPO di berbagai media.

“Sebenarnya TPPO bukan masalah baru, namun ini dibutuhkan kerja sama yang baik dalam rangka pencegahan dan pemberantasan,” tambah Ari.

Ari menegaskan tidak bisa permasalahan TPPO dilimpahkan hanya kepada instansi tertentu, namun diperlukan peran serta setiap elemen masyarakat, media dan lembaga terkait.

“Pentingnya pemerintah memperkuat kerjasama antar pemangku kepentingan untuk mencegah banaknya warga yang menjadi korban TPPO dan pengiriman TKI non prosedural,” ujarnya.

Dengan demikian, pria yang juga menjabat sebagai PLH Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khsus NonTPI Jakarta Selatan ini berharap dengan adanya sinergi setiap elemen masyarakat maka bisa meminimalkan TPPO.

“Adanya sosialisasi ini diharapkan bisa menciptakan kerjasama untuk mencegah pemberantasan kasus TPPO,” tutupnya.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#tppo
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.