VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Geopolitik hingga Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Ancam Industri

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal pada Senin (29/6/2027) memaparkan kombinasi berbagai tekanan yang sedang memukul dunia usaha sekaligus.

"Konflik Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga BBM industri dan gas nonsubsidi. Kemudian daya beli masyarakat turun sehingga volume produksi perusahaan ikut menurun," ucap Said.

Ia menambahkan pelemahan rupiah yang membuat biaya produksi melonjak dan relokasi sebagian produksi ke negara lain turut memperparah kondisi.

"Jadi memang banyak faktor yang memengaruhi kondisi industri saat ini," ujar Said.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro yang menilai harga gas hanya satu dari sekitar 15 faktor penentu daya saing industri nasional.

"Daya saing industri nasional ditentukan oleh sekitar 15 faktor. Cost competitiveness melalui harga gas hanya salah satu komponen. Faktor yang lebih banyak menentukan adalah industrial strategy, market demand, dan resource element," ujar Komaidi.

Berdasarkan data BPS 2025, porsi biaya bahan bakar termasuk gas dalam struktur biaya input industri hanya sekitar 6,35 persen, jauh lebih kecil dibanding bahan baku dan bahan penolong yang mencapai 64,60 hingga 96,76 persen tergantung jenis industri.

Di tengah ancaman itu, pemerintah terus melakukan mitigasi satu per satu. Said mencontohkan keberhasilan menekan rencana relokasi Grup Yazaki ke Vietnam melalui perundingan bipartit sehingga pengurangan tenaga kerja diarahkan secara bertahap lewat berakhirnya kontrak kerja.

"Kita sedang melakukan mitigasi di berbagai perusahaan agar PHK bisa ditekan semaksimal mungkin. Tidak semua informasi yang beredar itu menggambarkan kondisi riil di lapangan," kata Said.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.