Jakarta – Jokowi mengatakan bahwa pemeritah sedang berupaya untuk mengevakuasi 20 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar.
Diketahui 20 WNI tersebut diberangkatan secara unprosedural ke Myanmar melalui jalur air dari Bangkok, Thailand secara bertahap.
Sesampainya di Bangkok, para korban dikawal oleh dua orang bersenjata untuk sampai ke perbatasan.
Sebelumnya, 20 WNI tersebut dijanjikan gaji Rp8 juta hingga Rp10 juta yang akan bekerja sebagai operator komputer di salah satu perusahaan.
Namun pada faktanya, para korban WNI dipaksa bekerja dari jam 8 malam hingga jam 1 siang untuk mencari kontak sasaran untuk ditipu melalui website atau aplikasi Crypto sesuai dengan target perusahaan.
Tak hanya itu, para korban juga ditempatkan di tempat kerja yang jauh dari kata layak.
Dilansir dari laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Jumat (5/05/23), Menurut Jokowi, WNI tersebut telah tertipu dan dibawa ke tempat yang tidak diinginkan.
“Kementerian Luar Negeri sedang berkomunikasi dengan Myanmar agar WNI kita yang ada di sana. Ini kan penipuan dibawa ke tempat yang tidak diinginkan oleh mereka,” kata Jokowi di Sarinah, Kamis (04/05/23).
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus melakukan berbagai langkah untuk memastikan agar para WNI itu bisa segera kembali ke Indonesia.
“Kementerian Luar Negeri, Bu Menlu sedang berusaha untuk melakukan evakuasi. Jadi kita sedang berusaha untuk membawa, mengevakuasi mereka keluar dari Myanmar,” kata Jokowi.


























