
KBRI Brunei Berikan Layanan Kesehatan Gratis Bagi PMI

VOICEIndonesia.co,Jakarta - KBRI Bandar Seri Begawan (BSB) dalam rangka Hari Migran Internasional 2023 mengadakan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan gratis bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) di shelter KBRI.
Pelayanan kesehatan itu dibuka oleh Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Achmad Ubaedillah pada Sabtu (16/12) di aula kedutaan dan dihadiri oleh staf KBRI serta seluruh PMI yang tinggal di shelter KBRI.
"Pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar KBRI BSB dalam rangka memperingati Hari Migran Internasional selain mendukung proses penyelesaian kasus yang ditangani KBRI," kata Dubes Ubaedillah dalam keterangan tertulis KBRI BSB yang diterima di Jakarta, Kamis.
Baca Juga : Menaker: Penempatan PMI RI Terus Meningkat Pasca-Pandemi
Pelayanan kesehatan gratis itu merupakan kepedulian negara terhadap keberadaan PMI untuk memastikan kesehatan mereka terjaga, ujar Ubaedillah.
Pelayanan kesehatan dilakukan oleh dokter dari Kuala Belait dan perawat dari Jerudong Park Medical Centre.
Dubes Ubaedillah menambahkan bahwa sebelumnya pada Jumat (15/12) telah dilakukan kegiatan pembekalan keterampilan praktis pelatihan usaha kuliner bagi PMI.
Diharapkan agar PMI yang kini berada di Shelter KBRI BSB, saat mereka kembali ke Indonesia dapat membuka lowongan kerja untuk diri sendiri di kampung halamannya nanti, kata dia.
Pelatihan tersebut diikuti 25 peserta dan dua instruktur.
Baca Juga : TNI AL Tangkap 56 PMI Ilegal di Perairan Silo Laut Asahan
Sejak 1 Januari hingga 20 Desember 2023, KBRI BSB telah memulangkan sebanyak 200 PMI bermasalah ke Indonesia, dan 16 orang di antaranya sudah kembali bekerja.
Selain itu, pemenuhan hak-hak PMI yang telah diperjuangkan untuk asuransi, yakni sebesar 173.800 dolar Brunei (sekitar Rp1,9 miliar), penyelesaian gaji sebesar 49.819 dolar Brunei (Rp548 juta) dan kompensasi sebesar 8.300 dolar Brunei (sekitar Rp 91 juta).
Peringatan Hari Migran Internasional di Indonesia dilaksanakan pada 18 Desember dan dipusatkan di Lampung Timur serta dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.
Acara tersebut dihadiri secara daring oleh 2.500 orang serta 12 atase di 11 negara, antara lain di Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Korea Selatan, Kuwait, Yordania, Arab Saudi. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



