
Kekurangan Tenaga Kerja, Singapura Izinkan Pekerja Asing dari Enam Negara Ini Tuk Bekerja
VoiceIndonesia.co - Singapura membuka pekerja asing untuk mendukung sektor pekerjaan yang mengalami kekurangan tenaga kerja.
Dikutip dari Nikkei Asia, Selasa, 5 September 2023, Singapura membuka pekerja asing dari Bangladesh, India, Myanmar, Filipina, Sri Lanka dan Thailand berhak mendapatkan izin untuk bekerja di salah satu dari sembilan pekerjaan.
Diantaranya ada pekerja rumah tangga, kuli angkut hotel, serta juru masak dan pekerja logam.
Margaret Heng dari Asosiasi Hotel Singapura menyambut baik perluasan tersebut yang memanfaatkan kelompok pekerja untuk menutup kekurangan staf.
Dengan kebijakan pemerintah terkait pekerja asing pun berdampak langsung terhadap perekonomian di Singapura.
"Dimana sepertiga tenaga kerjanya berasal dari luar negeri dengan visa tertentu," tulis laman tersebut.
Diketahui sebelumnya, Singapura hanya memberikan izin kerja kepada penduduk Malaysia, Tiongkok Daratan, Hong Kong, Makau, Korea Selatan, dan Taiwan.
Selain izin kerja bagi pekerja semi terampil, Singapura juga menawarkan program Employment Pass untuk profesional asing dan S Pass untuk pekerja terampil.
Singapura meluncurkan Complementarity Assesment Framework, atau Compass, untuk Employment Passes pada September.
Program tersebut menilai pelamar berdasarkan gaji, riwayat pendidikan dan kualifikasi lainnya termasuk yang berkaitan dengan bidang yang banyak diminati seperti kecerdasan buatan.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



