
Kembali Viral, 4 WNI Asal Binjai Terlantar di Kamboja

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kembali viral di media sosial, empat warga negara Indonesia (WNI) terlantar dan mengaku disiksa di Kamboja.
Dalam video berdurasi 63 detik, terdapat empat pria yang mengaku berasal dari Binjai, Sumatera Utara terlantar di Kamboja.
Empat orang tersebut diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berangkat secara ilegal.
"Kepada bapak Wali Kota Binjai yang terhormat bapak Amir Hamzah dan bapak wakil wali kota bapak Hasanul Jihadi, pak mohon bantu kami disini, kami warga Binjai yang saat ini terlantar di Kamboja, tepatnya di Phnom Penh," ujar salah satu pria, dikutip VOICEINDONESIA.CO, Kamis, (1/5/2025).
Baca Juga: Prabowo Subianto Dukung Penghapusan Sistem Outsourcing
Pria tersebut juga menjalaskan bahwa mereka sudah tidak makan selama tiga hari di Kamboja dan berharap agar pemerintah dapat membantu memulangkannya ke tanah air.
"Pak sudah tiga hari kami tidak makan, kami disiksa di tempat kerja kami pak, kami tidak ada pegang uang sama sekali pak. Untuk makan aja kami udah ga bisa pak. Mohon pak bantuannya pak," ungkapnya.
Pria yang mengaku sebagai warga asli Binjai juga mengatakan dirinya dan teman-temannya bingung untuk memohon bantuan kemana lagi agar dapat pulang ke Indonesia.
"Kami tidak tahu harus mengadu kemana lagi, kami mohon tolong kembalikan kami ke kota Binjai tanah kelahiran kami," lanjutnya.
Baca Juga: Terima Kunjungan Dirjen Fisheries Agency, Kepala KDEI Taipei Bahas Tata Kelola ABK Laut Lepas
Menanggapi hal tersbut, Pemerintah Kota Binjai melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan perdagangan (Disnaker Perindag) Kota Binjai, Hamdani Hasibuan sedang melalukan berbagai upaya untuk memulangkan warga Binjai salah satunya berkoordinasi dengan BP3MI dan KBRI di Kamboja.
Hamdani, menjelaskan dari empat pria yang terdapat dalam video. Hanya dua orang yang merupakan warga asal Binjai yakni Cikal Ramadan dan Taruna Bagaskara, tercatat sebagai warga Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara.
"Selain mendatangi kediaman, pihaknya juga sudah berkoordinasi kepada Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan KBRI di Kamboja," terang dia.
Hamdani mengatakan jika pihak pemerintah daerah kini tengah berusaha segera mungkin untuk memulangkan WNI yang terdampar di Kamboja.
Bahkan pihaknya juga sudah memperoleh data-data seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), paspor dan Kartu Keluarga (KK) yang bersangkutan.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



