
Kemnaker dan SNNU Teken MoU, Targetkan 100 Ribu Tenaga Magang ke Luar Negeri

VOICEINDONESIA.CO, Jember - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengiriman tenaga magang ke luar negeri. Program ini menargetkan pengiriman 100 ribu tenaga kerja dalam lima tahun ke depan.
Penandatanganan MoU berlangsung di SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (27/5/2025), sekaligus menjadi titik awal (kick off) pelaksanaan program magang luar negeri.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, program magang merupakan bagian dari strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja secara menyeluruh. Sebelum diberangkatkan ke luar negeri, para peserta akan menjalani pelatihan keterampilan terlebih dahulu.
Baca Juga: Lindungi Awak Kapal Perikanan, Kemnaker Kaji Ratifikasi ILO 188
"Seperti yang biasa saya sampaikan, magang itu adalah salah satu strategi yang terintegrasi dengan pelatihan kompetensi. Jadi setelah mengikuti pelatihan di balai, baik di balai milik pemerintah maupun mitra, maka ada kesempatan bagi mereka untuk bekerja magang selama 2–3 tahun," ujar Yassierli, dikutip dari ANTARA, Rabu, (28/5/2025).
Ia menambahkan, program ini menjadi solusi cepat dalam mengurangi angka pengangguran, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
"Itu akan kami support sebagai salah satu solusi penyerapan tenaga kerja dalam waktu-waktu ini," ujarnya.
Baca Juga: Serapan Tenaga Kerja Industri Meningkat di Tengah Isu PHK
Ketua Umum SNNU Witjaksono menilai sektor kemaritiman memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja, yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia menyebut sektor ini bisa menampung hingga 5 juta tenaga kerja bila dikelola secara serius.
"Total untuk meningkatkan value tenaga kerja dari sektor kemaritiman, kalau dikerjakan secara serius, kami yakin bisa menyerap lebih dari 5 juta orang, namun pemangku kepentingan belum satu visi. Bagaimana menaikkan produktivitas, bagaimana menjalankan operasional yang baik," kata Witjaksono.
Ia juga menjelaskan alasan SNNU menggandeng Kemnaker dalam program ini, bukan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagaimana biasanya.
"Kami keluar dari pakem. Kalau biasanya kami bekerja sama dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan, namun kali ini mengajak Kementerian Ketenagakerjaan untuk melihat sisi yang lain bahwa serapan tenaga kerja di sektor kemaritiman yang kami garis bawahi bisa menyerap lebih dari 5 juta orang," ungkapnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



