VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Kemnaker dukung pengembangan kerjasama keperawatan dengan Jepang

Afifah - VOICEIndonesia.co
Kemnaker dukung pengembangan kerjasama keperawatan dengan Jepang
Kemnaker dukung pengembangan kerjasama keperawatan dengan Jepang

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendukung pengembangan kerja sama terkait tenaga keperawatan dengan Jepang terutama terkait penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).

Dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, (03/08/2024), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Anwar Sanusi menyampaikan bahwa kunjungan dari rombongan perwakilan industri perawatan Jepang itu dapat menjadi awal yang baik dalam kerja sama mengembangkan tenaga kerja keperawatan kedua negara termasuk penempatan PMI di Negeri Sakura.

"Karena saya tahu memang permintaan akan tenaga perawat, tadi sudah disampaikan, ini sangat tinggi sehingga ini akan menjadi tempat untuk bisa belajar bagaimana melakukan perawatan," kata Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi dalam pertemuan yang diadakan di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (2/8).

Pengembangan kerja sama ketenagakerjaan itu juga penting mengingat Jepang mengalami populasi yang menua, kondisi di mana populasi penduduk berusia lanjut lebih tinggi dibandingkan penduduk usia muda salah satunya akibat tingkat kelahiran yang rendah.

Dalam pertemuan itu Anwar menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia dan Jepang tengah memproses nota kesepahaman terkait perpanjangan Memorandum of Cooperation Specified Skilled Worker (MoC SSW).

Baca Juga: Malaysia, Thailand sepakati pembangunan perbatasan dua negara

Kemnaker RI sendiri sudah menerima usulan perpanjangan itu dalam pertemuan dengan Dirjen Departemen Pengelolaan dan Pendukungan Residensi, Badan Pelayanan Imigrasi Kementerian Kehakiman Jepang, Fukuhara Nobuko di Tokyo, Jepang pada April lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Koji Kurusu yang merupakan CEO Azalee Group bagian dari Star Consulting dari Jepang yang terdiri dari 17 orang profesional di bidang rehabilitasi dan keperawatan, menyampaikan harapan untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah Indonesia memperbaiki kurangnya tenaga kerja di bidang keperawatan di Jepang.

Lewat pertemuan yang difasilitasi pertemuannya oleh Yayasan Sakuranesia itu, dia juga menyampaikan keinginan agar lebih banyak orang Indonesia mau datang menjadi perawat di Jepang. Salah satunya dapat dikembangkan pengembangan program pelatihan tenaga kerja, penciptaan lapangan kerja dan pertukaran teknologi.

"Karena negara Indonesia juga akan mulai menghadapi aging society pada 2025, maka kami telah mengirimkan proposal kami bahwa, kami ingin memberikan pengalaman kami kepada Indonesia akan masalah masyarakat yang menua yang dialami oleh Jepang," katanya.*

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.