VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Kemnaker Targetkan 70 Ribu Peserta Vokasi 2026, Gratis dan Siap Kerja!

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Kemnaker Targetkan 70 Ribu Peserta Vokasi 2026, Gratis dan Siap Kerja!
Kemnaker Targetkan 70 Ribu Peserta Vokasi 2026, Gratis dan Siap Kerja!
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan 70 ribu peserta mengikuti pelatihan vokasi yang dibiayai melalui APBN pada tahun anggaran 2026. Program ini diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat tanpa dipungut biaya sepeserpun. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menjelaskan program pelatihan vokasi dirancang agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Para peserta diharapkan semakin siap memasuki dunia kerja setelah menjalani pelatihan yang fokus pada kompetensi praktis. "Jadi yang kami latih vokasi langsung. Mereka bisa bekerja, termasuk juga nanti ketika magang itu dijalankan," kata Yassierli di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Saat ini, program pelatihan vokasi telah diikuti oleh 10.405 peserta yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK). Pelaksanaan program juga melibatkan 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, serta 46 BLK UPTD di berbagai daerah. Yassierli menambahkan peserta yang ikut magang akan mendapatkan pengalaman riil dari industri. Hal ini bertujuan memastikan keterampilan yang diperoleh benar-benar aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja di berbagai sektor industri.

Baca Juga : Menaker Soroti Minimnya Penguasaan AI di Dunia Kerja Indonesia Peserta program vokasi memperoleh berbagai manfaat lengkap. Mulai dari pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, hingga sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. "Kami juga ingin adik-adik yang ikut magang ini memang mendapatkan pengalaman riil dari industri," katanya. Untuk skema tertentu, peserta juga mendapatkan fasilitas asrama. Hal ini memudahkan peserta yang berasal dari luar kota untuk mengikuti program pelatihan tanpa terkendala masalah akomodasi selama masa pelatihan berlangsung. Kemnaker menyiapkan program pelatihan vokasi khusus untuk memenuhi kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus dan Proyek Strategis Nasional. Kemnaker menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam penyusunan skema pelatihan tersebut. "Hari ini kami bertemu dengan pengelola KEK dan PSN. Ini kepentingan dari Kemnaker sebenarnya, alhamdulillah difasilitasi oleh Kemenko Perekonomian," ujarnya. Yassierli menjelaskan pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait memetakan sejumlah kebutuhan pelatihan agar relevan dengan permintaan industri di masing-masing kawasan. Kompetensi yang dilatih melalui program vokasi difokuskan kepada 25 KEK dengan berbagai variasi kebutuhan. Keterlibatan Kemenko Perekonomian serta perwakilan kawasan bertujuan agar program tersusun dengan lebih tepat sasaran. Pemetaan kebutuhan dilakukan secara detail untuk memastikan lulusan pelatihan dapat langsung terserap di industri yang membutuhkan. "Kami petakan apa yang bisa kami lakukan ke depan, lebih konkret, dan lebih kolaboratif," pungkasnya. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#KEMNAKER#Menaker Yassierli#vokasi 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.