
Kepala BP2MI Temui 8 Pekerja Migran Terkendala di Shelter KDEI Taiwan
JAKARTA - Hari pertama pada saat kunjungan kerja Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Taiwan, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, bersama jajarannya langsung mengunjungiĀ shelterĀ Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) yang berada di Kota Kaohsiung, Provinsi Taipei.Ā
Didampingi Wakil Kepala KDEI, Zulmartinof, rombongan BP2MI bertemu dengan delapan Pekerja Migran Indonesia terkendala, yakni empat orang anak buah kapal (ABK), 3 orang Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) dan 1 orang bekerja di pabrik.Ā
Baca Juga : Ditjen Imigrasi perluas pelayanan e-paspor di 102 kantor imigrasi
Sulfiani (28), pekerja migran asal Bima, keluar dari pekerjaannya karena tidak sesuai dengan Perjanjian Kerja. Awalnya Sulfiani diminta untuk menjadi PLRT, tapi kemudian dirinya malah diminta untuk berjualan di pasar oleh pemberi kerjanya.Ā
Merespon hal itu, Benny langsung menghubungi perusahaan yang memberangkatkan Sulfiani agar segera mengupayakan pekerjaan baru.
āJadi saya minta Bapak mengupayakan para pekerja migran seperti ini (Sulfiani) mendapat pekerjaan kembali. Tentunya yang sesuai Perjanjian Kerja,ā kata Benny kepada salah satu pemilik PT yang berada di Bekasi.
Baca Juga : Jadi Salah Satu Penyumbang Devisa Terbesar, Ini Dia Fasilitas VVIP Untuk PMI di Bandara Soetta
Benny melanjutkan, "Coba bayangkan kalau mereka adalah keluarga kita atau anak kita. Sudah pamit dari rumah berharap sukses, ternyata ada masalah. Ini sekarang diĀ shelter, masih untung kalau diĀ shelterĀ ada negara yang menanggung makan, minum, dan keselamatannya."
Benny juga masih menemukan adanya kasusĀ overchargingĀ yang dilakukan olehĀ agencyĀ yang dialami oleh para pekerja migran yang berada diĀ shelter. Benny meminta pihak perusahaan di Indonesia untuk melapor ke KDEI agar dapat ditindaklanjuti dan mencariĀ agencyĀ lain untuk bekerja sama.
Wakil Kepala KDEI, Zulmartinof, berharap para pekerja migran yang berada diĀ shelterĀ segera mendapat pekerjaan lagi. āKami berharap mereka diĀ shelterĀ tidak lama, dan kita akan upayakan penyelesaian secepat mungkin agar mereka dapat kembali bekerja,ā ujarnya.
Baca Juga : Kemlu Gerak Cepat Bebaskan WNI yang Tekena Hukuman Mati di Malaysia
Setelah berbincang dengan para pekerja migran, Benny menyempatkan untuk mengecek ruangan yang berada di lantai atas dan memastikan para pekerja migran diberikan fasilitas dan pelayanan yang layak.
Turut mendampingi Kepala BP2MI, Agustinus Gatot Hermawan, Deputi Bidang Pelindungan Kawasan Asia Afrika; Sri Andayani, Direktur Penempatan Non Pemerintah Kawasan Asia dan Afrika; Indra Hardiansyah, Kepala Biro Keuangan dan Umum; Suwedi, Inspektur BP2MI; dan Wawan Fahrudin, Staf Khusus Kepala BP2MI. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
ā ļø Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



