
Kepentingan Nasional Melemah di Tokopedia, Startup Lokal Ikut Terancam

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Direktur Ekonomi Digital CELIOS Nailul Huda mengkhawatirkan kondisi serupa menimpa startup digital lainnya di Indonesia jika ketergantungan pada investor asing tidak segera diatasi.
Nailul menilai akar masalahnya adalah minimnya pendanaan dari dalam negeri yang selama ini hanya mencapai belasan persen dari total pendanaan startup digital Indonesia.
"Dengan melihat bagaimana strategi ByteDance yang akan efisiensi, kepentingan nasional jadi berkurang pengaruhnya terhadap strategi Tokopedia," kata Nailul dalam wawancara dengan VOICEINDONESIA.CO, Selasa (7/7/2026).
Nailul mengungkapkan ketergantungan pada investor asing membuat startup lokal sangat rentan terhadap keputusan strategis yang lebih mengutamakan efisiensi dan keuntungan korporasi global dibanding kepentingan nasional.
"Selama ini hanya belasan persen saja pendanaan berasal dari dalam negeri, saya berharap ada pendanaan dari dalam negeri yang mampu memenuhi permintaan startup digital lokal," ujarnya.
Nailul mendorong venture capital dalam negeri untuk memberikan dukungan penuh kepada startup digital lokal. Tanpa kemandirian pendanaan, nasib startup Indonesia akan terus bergantung pada selera dan strategi investor asing.
"Saya berharap kondisi yang terjadi di Tokopedia tidak terjadi di startup digital lainnya, saya berharap VC dalam negeri mampu memberikan dukungan yang penuh," tegasnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



