
KI Pusat Ingatkan WNI di Malaysia Keterbukaan Informasi Pada Pemilu

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Arya Sandhiyudha mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia tentang pentingnya pelaksanaan keterbukaan informasi publik pada Pemilu 2024.
“Hak-hak informasi warga negara tersebut harus didapat, baik bagi yang berada di dalam negeri ataupun luar negeri,” kata Arya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Baca Juga : Sekjen Gerindra: Kita Ajukan Cawapres Anak Muda Malah Dituduh Ini Itu
Hal itu disampaikan Arya saat delegasi KI Pusat melaksanakan studi banding ke Malaysia bersama dengan Komisioner Bidang Penelitian dan Dokumentasi (Litdok) KI Pusat Rospita Vici Paulyn, Komisioner Bidang Advokasi Sosialisasi dan Edukasi (ASE) Samrotunnajah Ismail, dan Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) Syawaludin pada 3-5 November 2023.
Studi banding tersebut, kata dia, membahas tentang pendekatan keterbukaan informasi publik (KIP) dan tata kelola pemerintahan yang baik (good government) di Indonesia dan Malaysia, terutama menjelang Pemilu 2024 di Tanah Air.
Arya menyebut bahwa KI Pusat mengambil bagian untuk memastikan semua penyelenggara yang terdiri dari KPU, Bawaslu, dan DKPP bersama partai politik peserta Pemilu 2024 mempraktikkan keterbukaan informasi publik.
KI Pusat, kata dia, juga mengapresiasi inisiatif positif dari elemen pemerintah Malaysia dan elemen perguruan tinggi untuk meningkatkan hubungan baik kedua negara, terutama dalam aspek keterbukaan informasi publik dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Baca Juga : KPU RI Bentuk Tugas Keamanan Siber Tahapan Awal Pemilu
Dia menyebut bahwa KI Pusat ikut mengawasi praktik keterbukaan informasi publik masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia karena menjadi salah satu negara dengan jumlah WNI yang banyak.
”Saya bersama tiga komisioner KI Pusat lainnya berkunjung untuk mengedukasi ke KBRI Malaysia dan masyarakat Indonesia di Malaysia," ucapnya.
Di samping itu, Arya mendorong kolaborasi ide terkait kerja sama riset dan edukasi keterbukaan informasi Indonesia-Malaysia saat menjadi narasumber dalam kunjungan delegasi KI Pusat ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universiti Teknologi Mara (UiTM).
Ia berharap kerja sama yang telah dirintis tersebut dapat terwujud pada tahun depan. “Kami menyambut terbuka dan senang hati membantu jika ada riset, tulisan jurnal, kunjungan lapangan tentang KIP,” katanya.
Arya juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para diplomat saat kunjungan delegasi KI Pusat ke Kantor Perdana Menteri Malaysia.
"Agenda Komisi Informasi Pusat tidak akan sukses dalam studi banding ke Malaysia kalau tidak disertai dukungan dan antusiasme UiTM, UKM, dan rekan diplomat di kantor PM Malaysia,” kata dia. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



