
Konjen Jepang berharap hubungan bilateral dengan RI semakin erat

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takeyama Kenichi mengharapkan hubungan bilateral antara Jepang dan Indonesia, baik dari politik, ekonomi, budaya, pendidikan, maupun diplomatik, dapat semakin erat, termasuk melalui adanya pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto.
"Pada Oktober 2024, pemerintahan baru di Jepang yang dipimpin Perdana Menteri Ishiba terbentuk, sementara di Indonesia pemerintahan baru yang dipimpin Presiden Prabowo juga dimulai," katanya dalam acara Japan’s National Reception Day di Surabaya, Kamis.
Takeyama mengatakan pada Januari 2025, Menteri Pertahanan Jepang mengunjungi Indonesia dan tidak lama setelah itu Perdana Menteri Ishiba juga mengunjungi Indonesia.
Ia menuturkan kunjungan itu merupakan kunjungan bilateral pertama bagi Perdana Menteri Ishiba dan dinilai sebagai simbol komitmen kedua negara untuk memperkuat dan memperkokoh hubungan bilateral di berbagai bidang.
Baca Juga : Mendag Bahas Potensi Kerja Sama PPI Dunia untuk Peningkatan Ekspor
Ia mengatakan bidang-bidang yang ingin didorong kolaborasinya dengan Indonesia, di antaranya keamanan maritim, energi, investasi, perdagangan, penanggulangan bencana, serta penyediaan program makan bergizi gratis.
Tak hanya dengan pemerintah pusat, Takeyama menegaskan harapan hubungan baik juga ingin terus dibangun bersama pemerintah daerah, khususnya Surabaya dan Jawa Timur. "Selama ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kota Surabaya menyambut kami dengan baik dan membina hubungan baik," katanya.
Takeyama mengaku mendapatkan kesan yang sangat baik dari pemerintah setempat selama empat tahun menjabat sebagai Konjen Jepang di Surabaya.
Ia mengatakan ketika terdapat perusahaan asal Jepang yang mengalami kesulitan di Jawa Timur, pihak Konjen Jepang selalu mendapat dukungan secara cepat dan sigap dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Baca Juga : Kemnaker dan IM Japan Terus Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Pemagangan ke Jepang
"Saya merasa berterima kasih ada bantuan dari Pemkot (Surabaya) dan Pemprov (Jatim), mereka bisa dengan cepat menyelesaikan masalah," kata Takeyama.
Bahkan dukungan juga diberikan dalam bidang pendidikan melalui adanya pertukaran pelajar, seperti yang akan berlangsung di sebuah perguruan tinggi di Surabaya yang menerima 30 orang mahasiswa asal Jepang dalam waktu dekat.
Takeyama berharap hubungan baik ini akan terus berlanjut, termasuk dengan dilantiknya kepala daerah terpilih yang baru termasuk Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.
Terlebih, ia mengatakan saat pemerintahan Khofifah periode pertama di Jatim sebagai Gubernur hubungan baik pun telah terjalin dengan erat. "Selama periode satu pemerintahannya Ibu Khofifah kami bisa membina hubungan baik Saya mengharapkan pengganti saya (sebagai Konjen Jepang di Surabaya) bisa tetap menjalin hubungan baik dengan Ibu Khofifah dan Pak Emil," ujarnya. *
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



