
KP2MI Klarifikasi Pemberitaan Soal PMI Pulang Setelah Tiga Tahun
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meluruskan bahwa tidak ada kebijakan yang mewajibkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) pulang setelah tiga tahun bekerja.
Klarifikasi ini disampaikan pada Kamis, (25/12/2025) untuk meluruskan pemberitaan Kompas berjudul “Menteri P2MI: Pekerja Migran Indonesia Harus Pulang Usai 3 Tahun Kerja” yang dinilai misleading.
"Mereka kan bekerja kan tidak selamanya, jadi dua tahun, bisa tiga tahun kemudian mereka harus kembali lagi ke tanah air", kataMenteri P2MI, Mukhtarudin dalam pernyataannya yang disampaikan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Rabu, (24/12/2025).
Adapun yang dimaksud Mukhtarudin menyampaikan bahwa pekerja migran tidak bekerja selamanya di luar negeri dan pada umumnya memiliki durasi kontrak dua hingga tiga tahun sebelum kembali ke tanah air.
Baca Juga: Ini Skema Penyaluran MBG di Tengah Libur SekolahPernyataan itu merupakan penegasan arah kebijakan tata kelola mobilisasi kerja, khususnya pada fase kepulangan setelah masa kontrak berakhir sebagai bagian dari siklus penempatan PMI yang prosedural.
KP2MI menegaskan bahwa jangka waktu kerja merupakan bagian dari Perjanjian Kerja yang disepakati antara pekerja migran dan pemberi kerja.
Durasi kontrak tersebut dapat diperpanjang sepanjang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, disetujui para pihak, serta diverifikasi oleh pejabat berwenang pada Perwakilan Republik Indonesia di negara penempatan.
Baca Juga: Pemerintah Janjikan BLT Rp8 Juta, Penyaluran Diminta Tepat SasaranFrasa “pulang setelah tiga tahun” yang muncul dalam pemberitaan merujuk pada praktik umum durasi kontrak kerja dalam berbagai skema penempatan PMI.
Penekanan ini dimaksudkan untuk memastikan kepulangan PMI dilakukan secara terencana, tertib, dan terlindungi, sekaligus untuk mengurangi risiko overstay dan praktik kerja nonprosedural di negara tujuan. (af/hd)
Pilihan Redaksi: Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Jerat Perdagangan ManusiaPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



